Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 74.
-
Rinduku bagai sembilu. Kenangan yang berputar di kepalaku membuat ngilu. Tak sedikit pun aku bisa melupakanmu. Tak mampu aku menghapus bayangmu. Dalam rinduku, dendam ikut pula menggebu.
-
Betapa dahsyat penciptaan hati; Bagai Tuhan itu sendiri; Oleh apa pun tak terwakili: Ia adalah Ia sendiri.
-
Kaukeraskan kalbunya
Bagai batu membesi benar
Timbul telangkaimu bertongkat urat
Ditunjang pengacara petah pasih -
Cinta bekerja dalam keajaiban yang muncul setiap hari: seperti melemahkan yang kuat dan menguatkan yang lemah; mengolok-olok yang bijak, menjadikan orang bodoh sebagai bijak; lebih menyukai nafsu, menghancurkan nalar, dan mengubah segala sesuatunya terbolak-balik.
-
Ketika terasa diri ini hampa, tak ada apa-apa, bagai butiran debu di tengah samudera keagungan Allah. Saat itulah rahmat Allah turun meyentuh rasa yang dapat diwakili kata.
-
Perasaan apakah ini, yang mencabik-cabik bagian dalam dirinya bagai rasa lapar dan bahagia? Tidak mungkin ini cinta. Cinta hangat dan lembut, seperti gundukan dedaunan. Tetapi perasaan ini gelap, seperti bayangan di bawah semak beracun, dan menyerupai perasaan lapar. Sangat kelaparan. Pasti ada istilah lain untuk menggambarkan perasaan ini, karena tidak mungkin ada istilah yang sama untuk menggambarkan kehidupan dan kematian, atau bulan dan matahari.
-
Ungkapan cinta yang lama bersemi kembali itu bagai meminum susu basi dalam keadaan perut kosong. Sangat memualkan.
-
… dibalik sifat evil itu, tidak bisa dipungkiri kalau kami merasakan kasih sayang dan kepeduliannya lewat cara Bu Nana mengajar, bersikap dan memperlakukan kami. Beliau benar-benar bagai ibu kami di sekolah. Maksud gue, beliau sama cerewetnya dengan mami di rumah. Sama ‘kejam’nya dengan begitu sering menghukum kami kayak Mami. Walau pada akhirnya di setiap akhir ceramahnya selalu saja ada sebuah nasihat yang terselip. Dan, walau pada akhirnya gue tahu hukuman itu adalah upaya beliau untuk membuat kami jera dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Meskipun kami jengkel harus berdiri di depan kelas, menyapu halaman sekolah, berlari memutari lapangan sekolah, sungguh kami tidak bisa memungkiri, kami sayang Bu Nana sama kayak Mami. Se-evil-nya Mami, kami tetap enggak bisa buat enggak sayang sama beliau. Dan se-killer-nya Bu Nana, kami tetap sayang sama beliau.
-
Cinta tak pernah tahu tengah mendekap hati siapa. Cinta itu bagai api tak pernah tahu dia tengah membakar siapa.
-
Elit berlaku bak raja, warga berposisi bagai hamba kawula.
-
Cinta liar dan berapi-api, sayang tenang bagai air. Cinta menggebu-gebu, sayang cenderung meredam.
-
Di depan rumah, sebatang pohon cemara terdiam bagai penjaga tua kelelahan.
-
Kenangan buruk tak sekadar diciptakan untuk dilupakan. Kenangan buruk diciptakan untuk selalu menguntit, bagai bayangan yang diciptakan matahari.
-
Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
bagai udara panas yang selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang. -
Hujan ingin bercerai dengan banjir
Tapi kota yang pikun membuatnya bagai cinta sejati dua anak manusia -
Aku harus menghadapi setumpuk PR, ulangan susulan, dan tugas sekolah lainnya. Membuatku merasa bagai dicakar-cakar monster hingga mati pelan-pelan.
-
Jari-jemarinya lentik berpencar bagai rekahan bunga, berayun, ikuti lengannya yang bergerak halus dan pelan.
-
Mereka bagai dua bintang yang bersinar paling terang di antara murid-murid SMA Pelita Bangsa.
-
Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. Menekur diam. Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
-
Hidup itu memang bagai roda yang berputar. Satu saat berada di bawah, kemudian akan berputar ke bawah.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal bagai akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)