Kata-kata Bijak 81 s/d 100 dari 210.
-
Salju yang membekukan, angin yang menusuk-nusuk tulang. Jika cinta adalah dongeng yang indah, mengapa harus ada rasa sakit di dalamnya?
-
Anda harus mengambil tanggung jawab pribadi. Anda tidak dapat mengubah keadaan, musim, atau angin, tapi Anda bisa mengubah diri Anda sendiri. Itu adalah sesuatu yang bertanggung jawab.
Asli:You must take personal responsibility. You cannot change the circumstances, the seasons, or the wind, but you can change yourself. That is something you have charge of.
-
Tak kutemukan lagi pemandangan yang akrab di mata kanak-kanakku dulu: lapangan sepak bola yang selalu berlumpur kala hujan, jalan berbatu-batu, serta kawat-kawat jemuran yang saling silang di depan setiap rumah.
-
Kenangkanlah percakapan pertama
Gugusan waktu, napas dan peristiwa
Mungkin hanya angin, daun dan debu
Pesona terakhir nyanyian sajakku. -
Maka aku mulai mencaro-cari siasat. Kugoyangkan daun-daun. Ia hanya menganggap daun-daun itu tertiup oleh kesiur angin. Kupatahkan ranting-ranting. Ia mengira ranting-ranting itu terlalu kurus dan rapuh sehingga layaklah mereka jatuh. Kekacaukan semak-semak. Ia berpikir belukan itu hanya sedang tersenggol oleh kelinci atau ayam hutan.
-
Anda tidak membutuhkan pengabar cuaca untuk mengetahui ke mana angin bertiup.
Asli:You don't need a weather man To know which way the wind blows.
Subterranean Homesick Blues -
Bunyi derak lirih membangkitkan cerita-cerita silam. Angin pagi silir pelan mengeriap ke telapak tangan.
-
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
-
Untukku ingar itu pun senantiasa menyurat; Atau mimpi; Tapi angin masih saja menggigil; mendesakkan pagi
-
Andaikata tidak tampak dan tidak terdengar, cahaya dan suara tidak punya arti apa-apa selain berupa kekaburan dan getaran di angkasa. Demikian pula, apabila cinta tidak terasa dalam hati, yang ada hanya debu yang tertip dan terberai oleh angin.
-
Jari malam menancapkan kukunya di kegelapan
langkah angin terhenti tersandung kebekuan
dan rembulan terpaku lesu tertidur di atas awan -
Pernikahan laksana semilir angin pagi, yang menyapa bening embun di rumpun-rumpun padi.
-
Saya kira setiap orang memiliki gambaran mental tentang hari-hari dalam seminggu, beberapa melihat mereka sebagai lingkaran, beberapa sebagai garis tanpa akhir, dan yang lain melihatnya sebagai hal lain lagi, untuk semua yang saya tahu, sebagai segitiga dan kubus. Tambang adalah garis bergelombang yang berlanjut hingga tak terbatas, mencelupkan ke hari Rabu yang merupakan warna perak tua tua dengan pemolesan dan naik lagi menjadi emas pucat pada hari Minggu. Hari ini memiliki perasaan di foto saya tentang angin hangat dan ringan dan sinar matahari dan sore yang membentang hingga tak terbatas dan pagi hari penuh dengan bel jauh.
Asli:I suppose everybody has a mental picture of the days of the week, some seeing them as a circle, some as an endless line, and others again, for all I know, as triangles and cubes. Mine is a wavy line proceeding to infinity, dipping to Wednesday which is the colour of old silver dark with polishing and rising again to a pale gold Sunday. This day has a feeling in my picture of warmth and light breezes and sunshine and afternoons that stretch to infinity and mornings full of far-off bells.
-
Ada tangis mengiris senyap senja, angin menyaput dengan wangi kamboja.
-
Hanyut aku, kekasihku!
Hanyut aku
Ulurkan tanganmu, tolong aku.
Sunyinya sekelilingku!
Tiada suara kasihan, tiada angin mendingin
tiada air menolak ngelak
Dahagaku kasihmu, hauskan bisikmu, mati aku sebabkan diammu.
Langit menyerkap, air berrepas tangan, aku tenggelam. Tenggelam dalam malam.
air diatas mendidih keras.
Bumi didawah menolak keatas.
Mati aku, kekasihku, mati aku! -
Tiba-tiba ada angin kencang berembus hingga kain yang menutupi korban terbuka sebatas dada. Aku sempat kaget melihat ekspresi korban yang matanya melotot dan lidahnya terulur.
-
Aku menunduk, memandangi kaki ayahku yang entah bagaimana, terlihat menyatu dengan warna lantai dapur ini. Kaki itu lalu menggosok-gosok tanah dengan pelan, seolah menyapanya.
-
Angin malam menghembus lemah, menyejuk badan, melambung
rasa menanyang pikir, membawa angan ke bawah kursimu. -
Angin pulang menyejuk bumi
menepuk teluk menghempas emas
lari ke gunung memuncak sunyi
berayun-alun di atas alas
Semua kata bijak dan ucapan terkenal angin akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 5)