Kata-kata Bijak 61 s/d 80 dari 210.
-
Sekumpulan angin yang berbisik di antara kepak sepasang merpati juga nyanyian mistis tetes hujan saat pertunangan bunga dan kupu-kupu.
Asma Nadia
Penulis dari Indonesia, Pendiri Forum Lingkar Pena dan Manajer Asma Nadia Publishing House (1972 - ) -
Rindu dan kamu itu seperti angin. Tak bisa kulihat, tapi kurasakan kehangatan juga kegelisahannya.
-
Apakah kau juga hanya hati yang rapuh? Yang akan jatuh ketika angin berhembus?
-
Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari penglipur hati pada manusia, kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin ribut pun menjadi sepoi-sepoi.
-
Angin membawa bau baju mereka.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya. -
Ia selalu membawa belati untuk membuat layang-layang sendiri. Ia gadis kecil penyuka layang-layang. Karena itu ia sangat suka langit dan angin. Maka ia pun sangat suka senja. Hingga ia sering berlari mengejar-ngejar senja.
-
Ini cuma sebuah laku bacalah, bukan bacakanlah. Bacalah adalah serupa bisikan, serupa gerimis hujan, desir angin, desir lokan, atau gemerisik dedaunan. Bacakanlah bagai teriakan, berpengeras suara bergema kemana-mana.
-
Bayangkan dirimu adalah aliran sungai. Pada sebuah sore hari, kau berkelok di sebuah hutan tak bernama, di antara baris pepohonan yang memandangmu enggan sambil menjatuhkan daun-daunnya di permukaanmu, dan angin dingin membentuk riak kecil di tubuhmu, bersama bebatuan hitam yang telah lebih dulu menghuni dasarmu.
-
Cinta itu bagaikan sekuntum dandelion. Saat bunganya luruh satu demi satu terempas angin. Saat itu pula kamu tidak bisa berharap dia akan kembali.
-
Cinta memang aneh, aneh tapi nyata, kadang menghembuskan angin surga, mengundang datang bencana, membangun semangat jiwa bahkan menghancurkan segalanya.
-
Cinta sejati tak akan kenal rasa patah hati meski tak bisa memiliki. Namun cinta sejati selalu teruji ketahanannya tak lekang termakan waktu, hujan, panas maupun angin.
-
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.” -
Hembusan angin laut kala senja benar-benar istimewa saat itu. Semilir tiupannya biasanya kurasa sendiri dalam bilik rumah berdinding bambu.
-
Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.
Bumi Manusia (1980) -
Aku tak pernah terlalu mempedulikan atau terobsesi dengan polling popularitas atau polling opini. Kupikir pemimpin yang mempedulikan hal semacam itu adalah pemimpin yang lemah. Jika kau masih mengkhawatirkan apakah ratingmu naik atau turun, maka kau bukanlah pemimpin. Kau hanya menunggang angin, pergi kemanapun ia membawa. Dan aku berada di sini bukan untuk itu.
-
Jika orang-orangmu datang duluan, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Aku sudah berubah pikiran. Jika orang-orangku duluan sampai kemari, kau adalah orang yang pertama yang harus mereka bantu, seolah kau adalah tamuku. Kita telah bertengkar seumur hidup hanya gara-gara sebaris kecil hutan ini, di mana pepohonan bahkan tak bisa berdiri tegak di tengah halauan angin. Berbaring di sini, malam ini, aku mulai berppikir bahwa selama ini kita bertingkah seperti orang bodoh; masih banyak yang bisa kita lakukan daripada memperebutkan masalah lahan, tetanggaku, jika kau bersedia mengubur pertikaian kita, aku ingin memintamu untuk menjadi sahabatku.
-
Menurut saya, pemimpin yang terlalu peduli akan survei adalah pemimpin yang lemah. Jika pemimpin terlalu cemas dengan popularitasnya yang naik turun, maka pemimpin itu bukanlah seorang leader. Mereka hanya mengejar angin, mengikuti ke mana angin berhembus, dan saya tidak memerintah untuk itu.
-
Ternyata menikah itu seperti pusaran angin, makin lama makin kencang atau makin besar pusarannya, tapi pada akhirnya akan berhenti juga. Ibaratnya seperti perdebatan rumah tangga, sekesal apa pun dengannya akan berhenti juga dan berubah menjadi napas dalam kehidupan kita.
-
gerimis jatuh kaudengar suara di pintu
bayang-bayang angin berdiri di depanmu
tak usah kauucapkan apa-apa seribu kata
menjelma malam, tak ada yang di sana -
Jika rumah tangga dilandasi cinta, kejujuran dan keterbukaan, rumah tangga tak akan mudah goyah diterpa angin.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal angin akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 4)