Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 210.
-
Saat matahari datang esok, saat itu pula aku akan menebar abu kisah-kisah yang membuatku jatuh cinta kepadamu, Petualang. Malam ini, dongeng-dongengmu, percakapan kita, dan segala harap yang diendapkan hujan akan kubakar di perapian. Aku akan melupakanmu. Abunya akan menebar ke segala arah. Habis bersama angin sebelum sampai kepadamu. Engkau akan sudah sangat jauh dalam perjalananmu.
-
Kaum pesimis mengeluhkan embusan angin; kaum optimis mengharapkan angin itu berubah; kaum realis menyesuaikannya dengan layar.
Asli:The pessimist complains about the wind; the optimist expects it to change; the realist adjusts the sails.
-
Dua puluh tahun lagi Anda akan lebih merasa kecewa dengan hal-hal yang tidak Anda lakukan daripada yang telah Anda lakukan. Jadi buanglah tali pengaman Anda. Menjauhlah dari tempat kenyamanan Anda. Berlayarlah mengikuti arah angin. Jelajahi. Bermimpilah. Temukanlah.
Asli:Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.
-
Dua puluh tahun lagi Anda akan lebih merasa kecewa dengan hal-hal yang tidak Anda lakukan daripada yang telah Anda lakukan. Jadi buanglah tali pengaman Anda. Menjauhlah dari tempat kenyamanan Anda. Berlayarlah mengikuti arah angin. Jelajahi. Bermimpilah. Temukanlah.
Asli:Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.
-
Bila kamu memeluk hujan, itu aku. Bila kamu menyentuh dingin, itu aku. Bila kamu mencium angin, itu aku. Maka kamu adalah tanah yang begitu tabah menadah basah.
-
Bukan cinta namanya kalau hanya berdiam diri saja seperti padang pasir, atau menjelajahi dunia seperti angin. Bukan pula cinta namanya kalau hanya memandang segala sesuatu dari kejauhan.
-
Angin yang telah mengembara ke segenap penjuru bumi, masih berhembus dan berbisik, seperti mengingatkan, "Di dunia ini, tidak ada sesuatu pun yang tetap tinggal abadi.
-
Kala itu angin yang menyunggi harum tebu menatah silir lirih di wajah mereka dan bulan terapung mendamba sirip di lautan kabut-kabut tipis..
-
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.
-
Aku melihat ke langit dan masih ada seberkas awan. Tiba-tiba aku melihat awan itu berbentuk Clara. Angin senja bertiup dan embusannya seakan meniupkan namanya. Samar-samar aku melihat bulan sabit di langit yang mulai gelap. Lengkungannya melukiskan senyum manis seseorang.
-
Cinta itu seperti angin, kau tidak bisa melihatnya tapi kau bisa merasakannya.
Asli:Love is like the wind, you can't see it but you can feel it.
-
Hidup bagaikan dandelion. Bunga ini disebut prajurit angin karena mereka menebarkan benihnya dengan bantuan angin, terbang ke mana pun angin membawa. Bisa saja mendarat di tanah yang subur, ke danau dan tanah yang gersang. Kita sebenarnya perlu belajar dari bunga kecil ini bagaimana menerima kenyataan hidup. Dandelion yang terbawa angin tidak tahu di mana ia akan jatuh dan bagaimana kelak Tuhan menentukan cerita selanjutnya. Bahagia, sedih, atau hilang selamanya tanpa sempat menjadi dandelion baru.
-
Ada angin dan kapuk gugur, dua-dua sudah tua pergi ke selatan.
-
Selalu ada sebab akibat, bahkan pada hal-hal sepele sekalipun. Seperti awan yang terhampar memenuhi langit. Bermula dari uap air yang berkumpul membentuk gumpalan-gumpalan putih, kemudian angin membawa mereka mengelilingi luasnya alam, hingga tiba saatnya dijatuhkan kembali menjadi tetesan-tetesan hujan.
-
Jikalau aku mendengarkan burung Perkutut
menyanyi di pohon ditiup angin yang sepoi-sepoi
bukan lagi aku mendengarkan burung Perkutut
Aku mendengarkan Indonesia -
Mereka benar-benar layaknya derai angin di tengah gurun yang tiba dengan baju kumal, wajah melas, dan becak tua penuh karat.
-
Karma. Hukum karma! Siapa yang menabur angin, dia akan menuai badai. Siapa yang menanam, dia bakal memanen hasilnya. Siapa yang menyakiti hati seseorang, dia juga akan merasakan sakit yang sama. Seperti yang kamu lakukan dengan mengkhianati Yama, akhirnya kamu sendiri yang menuai akibatnya!
-
Tidakkah kau tahu cara angin merayu?. Ia hanya berbisik, kemudian ribuan ilalang terlena. Seperti layaknya kamu hanya sesederhana itu, tetapi aku selalu terpana.
-
Yang harus diperjuangkan adalah kebaikan, bukan kerumunan. Ada orang yang berjalan sendiri, terasing, tapi tahu betul arahnya dan itu lebih baik. Daripada sekadar melaju bersama angin ribut, hanyut dalam air keruh.
-
Dan pada saat kematian, lilin ini menerangi seluruh dunia dan semua kehidupan seseorang dengan sangat terang dan jelas. Bahkan sudut-sudut yang senantiasa tersembunyi dalam kegelapan kemudian cahaya tersebut terombang-ambing kena angin, dan akhirya lenyap selamanya.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal angin akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)