Kata-kata Bijak sama agus

Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 88.

  • Agus Noor Seminggu sebelum ia melahirkan Iza, ia bermimpi puluhan peri mungil mendatangi kamarnya, dan menjatuhkan biji-bijian permen ke dalam keranjang bayi. Mimpi yang selalu ia percaya sebagai isyarat baik.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +3
  • Agus Noor Barangkali, sekarang ini kebahagiaan memang seperti minyak tanah. Tidak semua orang dengan gampang mendapatkannya. Bahkan, untuk sekadar bisa menikmati kebahagiaan di hari Lebaran pun kini orang mesti antre berdesak-desakan.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +2
  • Agus Noor Di luar sana, senja telah benar-benar raib.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +2
  • Agus Noor Duka hanyalah mentega yang meleleh di penggorengan panas.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +2
  • Agus Rois Kenapa hukum tidak pernah bekerja? Di mana hukum ketika bangsa kita kian hari kian merana? Apakah keadilan sudah tersapu gelombang, hilang?
    Agus Rois
    Penulis Indonesia
    - +
    +2
  • Agus Noor Membiarkan kepala laki-laki itu terkulai di pangkuannya, merasakan sisa hangat tubuh laki-laki mengeropos itu dalam pelukannya, sebelum akhirnya kematian mengecup kelopak matanya yang rapuh dan lelah.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +2
  • Agus Noor Pada mulanya adalah sebutir air mata.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +2
  • Agus Noor Rasanya, ia kini mulai dapat memahami, kenapa seorang pengarang bisa begitu terobsesi pada senja dan ingin memotongnya menjadi kartu pos buat pacarnya.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +2
  • Agus Noor Sajak ini doa, tangan yang menampung luka. Yang menjagamu, agar kau tak pernah merasa sendirian, Dan ditinggalkan.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +2
  • Agus Faizal Waktu yang tak pernah siuman, kecuali disadarkan, adalah kenisbian yang mengada. Sehingga hidup menjadi berada di ruang yang membentang seujung horizon berketerbatasan.
    Agus Faizal
    Penulis Indonesia
    - +
    +2
  • Agus Rois Bagi Lemahabang, Tuhan tak lagi dipandang sebagai Dia yang terlampau jauh, tak terhampiri, melainkan Dia yang tak berjarak.
    Agus Rois
    Penulis Indonesia
    - +
    +1
  • Agus Noor Benarkah masih ada keindahan yang begitu menakjubkan di tengah dunia yang telah berubah menjadi tempat pembantaian?
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +1
  • Agus Noor Bukan kematian benar yang menakutkan, tetapi cara bagaimana kita matilah yang membuat kita ngeri.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +1
  • Agus Noor Bukankah tak ada yang lebih menyenangkan selain kita tahu kapan, di mana, dan bagaimana kita mati? Kita bisa mempersiapkan segalanya sendiri. Kita bisa menantinya dengan tenang. Menyambutnya dengan cara yang paling karib.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +1
  • Agus Rois Dia adalah sinar rembulan, begitu lembut, begitu indah, pada masanya. Semua orang ingin bicara dengannya, mendengar titahnya, menghabiskan seluruh hari bersamanya.
    Agus Rois
    Penulis Indonesia
    - +
    +1
  • Agus Rois Mati. Menjadi mayat itu mudah, yang sulit manunggaling kawula gusti.
    Agus Rois
    Penulis Indonesia
    - +
    +1
  • Agus Rois Membaca adalah satu-satunya kunci untuk menjadi jenius.
    Agus Rois
    Penulis Indonesia
    - +
    +1
  • Agus Noor Mencintaimu merupakan caraku berdoa setiap hari, Untuk semua kebahagiaan kita.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +1
  • Agus Rois Nasib, memang kita tak pernah tahu. Tidak siapa pun. Tidak satu pun. Yang saya tahu, hidup terlampau singkat, waktu berlalu begitu cepat. Mengejarku, mengejarmu,
    Agus Rois
    Penulis Indonesia
    - +
    +1
  • Agus Noor Permen akan selalu mengingatkanmu bahwa hidup ini manis dan patut kamu nikmati,” kata mamanya. “Karenanya kamu harus bersyukur bila hidup memberimu nasib yang manis, penuh warna, dan menyenangkan seperti permen.
    Agus Noor
    Sastrawan dari Indonesia (1968 - )
    - +
    +1
Semua kata bijak dan ucapan terkenal agus akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)