Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 88.
-
Seminggu sebelum ia melahirkan Iza, ia bermimpi puluhan peri mungil mendatangi kamarnya, dan menjatuhkan biji-bijian permen ke dalam keranjang bayi. Mimpi yang selalu ia percaya sebagai isyarat baik.
-
Barangkali, sekarang ini kebahagiaan memang seperti minyak tanah. Tidak semua orang dengan gampang mendapatkannya. Bahkan, untuk sekadar bisa menikmati kebahagiaan di hari Lebaran pun kini orang mesti antre berdesak-desakan.
-
Di luar sana, senja telah benar-benar raib.
-
Duka hanyalah mentega yang meleleh di penggorengan panas.
-
Kenapa hukum tidak pernah bekerja? Di mana hukum ketika bangsa kita kian hari kian merana? Apakah keadilan sudah tersapu gelombang, hilang?
-
Membiarkan kepala laki-laki itu terkulai di pangkuannya, merasakan sisa hangat tubuh laki-laki mengeropos itu dalam pelukannya, sebelum akhirnya kematian mengecup kelopak matanya yang rapuh dan lelah.
-
Pada mulanya adalah sebutir air mata.
-
Rasanya, ia kini mulai dapat memahami, kenapa seorang pengarang bisa begitu terobsesi pada senja dan ingin memotongnya menjadi kartu pos buat pacarnya.
-
Sajak ini doa, tangan yang menampung luka. Yang menjagamu, agar kau tak pernah merasa sendirian, Dan ditinggalkan.
-
Waktu yang tak pernah siuman, kecuali disadarkan, adalah kenisbian yang mengada. Sehingga hidup menjadi berada di ruang yang membentang seujung horizon berketerbatasan.
-
Bagi Lemahabang, Tuhan tak lagi dipandang sebagai Dia yang terlampau jauh, tak terhampiri, melainkan Dia yang tak berjarak.
-
Benarkah masih ada keindahan yang begitu menakjubkan di tengah dunia yang telah berubah menjadi tempat pembantaian?
-
Bukan kematian benar yang menakutkan, tetapi cara bagaimana kita matilah yang membuat kita ngeri.
-
Bukankah tak ada yang lebih menyenangkan selain kita tahu kapan, di mana, dan bagaimana kita mati? Kita bisa mempersiapkan segalanya sendiri. Kita bisa menantinya dengan tenang. Menyambutnya dengan cara yang paling karib.
-
Dia adalah sinar rembulan, begitu lembut, begitu indah, pada masanya. Semua orang ingin bicara dengannya, mendengar titahnya, menghabiskan seluruh hari bersamanya.
-
Mati. Menjadi mayat itu mudah, yang sulit manunggaling kawula gusti.
-
Mencintaimu merupakan caraku berdoa setiap hari, Untuk semua kebahagiaan kita.
-
Nasib, memang kita tak pernah tahu. Tidak siapa pun. Tidak satu pun. Yang saya tahu, hidup terlampau singkat, waktu berlalu begitu cepat. Mengejarku, mengejarmu,
-
Permen akan selalu mengingatkanmu bahwa hidup ini manis dan patut kamu nikmati,” kata mamanya. “Karenanya kamu harus bersyukur bila hidup memberimu nasib yang manis, penuh warna, dan menyenangkan seperti permen.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal agus akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)