Joko Pinurbo
Penyair dari Indonesia
Hidup: 1962 -
Kategori: Penyair (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 11 Mei 1962
Kata-kata Bijak 1 s/d 8 dari 8.
-
Tinggallah malam yang redam,
langit yang diam. Tinggallah airmata yang menetes
pelan ke dalam segelas bir yang menempel pada
dada yang setengah terbuka, setengah merdeka.Poster Setengah Telanjang― Joko Pinurbo -
Kereta sudah siap. Para pelayat berjejal di dalam
gerbong sambil melambai-lambaikan bendera.
“Perempuan, ikutlah bersama kami.
Kita akan pergi menyambut revolusi.”Poster Setengah Telanjang― Joko Pinurbo -
Si kecil yang suka makan es krim itu sudah besar
dan perawan, sudah tidak pemalu dan ingusan.Poster Setengah Telanjang― Joko Pinurbo -
“Kau penyair ya? Kutahu itu dari kepalamu yang
botak dan licin seperti semangka.”
Poster Setengah Telanjang― Joko Pinurbo -
“Ah revolusi. Revolusi telah kulipat
dan kuselipkan ke dalam beha.”Poster Setengah Telanjang― Joko Pinurbo -
Kau tergoda dan ingin lebih lama terpana ketika
matanya mengerjap dan bulan muncrat di atas
rambutnya yang hitam pekatPoster Setengah Telanjang― Joko Pinurbo -
Malam heboh sekali. Orang-orang mulai
resah menunggu kereta.Poster Setengah Telanjang― Joko Pinurbo -
“Lancang benar ia. Berani menantang kita
dengan senyumnya yang sangat subversif.
Ia sungguh berbahaya.”Poster Setengah Telanjang― Joko Pinurbo
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Poster Setengah Telanjang dari Joko Pinurbo akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Joko Pinurbo
Buku dari Joko Pinurbo:
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Amir Hamzah
Penyair dari Indonesia 108 -
W.S. Rendra
Penyair dari Indonesia 73 -
Lord George Byron
Penyair dari Inggris 71 -
Robert Frost
Penyair dari Amerika Serikat 70 -
Alfred Lord Tennyson
Penyair dari Inggris 56 -
Heinrich Heine
Penyair dari Jerman 56 -
Alexander Pope
Penyair dari Inggris 53 -
Wiji Thukul
Penyair dari Indonesia 48




















Amir Hamzah
W.S. Rendra
Lord George Byron
Robert Frost
Alfred Lord Tennyson
Heinrich Heine
Alexander Pope
Wiji Thukul