Kata-kata Bijak 21 s/d 38 dari 38.
-
Jika bisa memaknai setiap napas hidup, kematian hanyalah sebuah lonceng untuk waktu yang telah tiada.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Lonceng waktu seakan berdentang kembali, membangunkan kesadaran dengan keras.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Tak ada foto tapi kenangan itu melekat erat.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Aku menulis karena menulis menyembuhkan.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Aku menulis untuk membaca kehidupan.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Melahirkan itu seperti berdiri di ambang batas kehidupan dan kematian.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Menulis pun kadang bisa menusuk ulu hati seperti sekarang ini.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Aku menulis untuk melepaskan air mata.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Aku menulis untuk merapikan masa lalu.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Belahan jiwa, belahan hidup. Belahan jiwa yang saling menghidupkan. Belahan jiwa yang saling merawat.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Cintanya melahirkan tekad untuk kehidupan yang lebih baik, untuk anak-anaknya. Agar anak-anaknya tidak melalui jalan hidup yang sama dengan jalan hidup yang telah ia lalui dahulu.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Kehilangan itu bisa datang tiba-tiba. Kapan saja. Kehilangan itu, menggetarkan hidup.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Membuat detik-detik waktu yang berjalan di masa lalu berdetak lebih kencang.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Tak terucap terima kasih tapi wajahnya penuh syukur.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Tulisanku mencoba menangkap kenangan agar mereka tidak menguap begitu saja. Aku menulis sebelum kenangan jatuh dari ingatan.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Aku menulis untuk menjadikanku manusia.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Peristiwa itu mengingatkan kembali bahwa maut itu bisa datang kapan saja, di mana saja. Bisa jadi ketika jauh dari orang-orang yang kita cintai. Tanpa berpamitan dulu.
Ibuk― Iwan Setyawan -
Aku menulis untuk bersyukur.
Ibuk― Iwan Setyawan
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Ibuk dari Iwan Setyawan akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Lihat semua kata-kata bijak dari Iwan Setyawan
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.