Loading...
Irin Sintriana - Ternyata seperti ini rasanya saat duduk berhadapan dengan seseorang yang kita tahu tidak pernah mencintai kita? Ia ada tepat di depanmu tetapi kamu merasa berada ribuan mil jauh dari dirinya. Ia berada begitu dekat denganmu, tetapi kamu merasa begitu asing baginya. Hanya selangkah lagi dan jarak di antara ia dan dirimu akan terhapus, tetapi bahkan untuk bergerak pun kamu tidak berani melakukannya. Semua itu karena kamu takut. Kamu takut ia akan mundur dua langkah ke belakang, dan jarak antara dirimu dan dirinya akan semakin terentang. Semua itu karena kamu tahu. Tahu bahwa segalanya tak lagi sama. Bahwa segalanya kini telah berbeda. Di hatinya tidak pernah ada namamu. Di matanya tidak pernah ada bayanganmu.
  • Irin Sintriana
    Irin Sintriana
    Novelis dari Indonesia 1988-
    Irin Sintriana
    - +
    +6
    Ternyata seperti ini rasanya saat duduk berhadapan dengan seseorang yang kita tahu tidak pernah mencintai kita? Ia ada tepat di depanmu tetapi kamu merasa berada ribuan mil jauh dari dirinya. Ia berada begitu dekat denganmu, tetapi kamu merasa begitu asing baginya. Hanya selangkah lagi dan jarak di antara ia dan dirimu akan terhapus, tetapi bahkan untuk bergerak pun kamu tidak berani melakukannya. Semua itu karena kamu takut. Kamu takut ia akan mundur dua langkah ke belakang, dan jarak antara dirimu dan dirinya akan semakin terentang. Semua itu karena kamu tahu. Tahu bahwa segalanya tak lagi sama. Bahwa segalanya kini telah berbeda. Di hatinya tidak pernah ada namamu. Di matanya tidak pernah ada bayanganmu.
    Sumber: Prisoner of Ur Heart 198
Ternyata seperti ini rasanya saat duduk berhadapan dengan seseorang yang kita tahu tidak pernah mencintai kita? Ia ada tepat di depanmu tetapi kamu merasa berada ribuan mil jauh dari dirinya. Ia berada begitu dekat denganmu, tetapi kamu merasa begitu asing baginya. Hanya selangkah lagi dan jarak di antara ia dan dirimu akan terhapus, tetapi bahkan untuk bergerak pun kamu tidak berani melakukannya. Semua itu karena kamu takut. Kamu takut ia akan mundur dua langkah ke belakang, dan jarak antara dirimu dan dirinya akan semakin terentang. Semua itu karena kamu tahu. Tahu bahwa segalanya tak lagi sama. Bahwa segalanya kini telah berbeda. Di hatinya tidak pernah ada namamu. Di matanya tidak pernah ada bayanganmu. oleh: Irin Sintriana
X

Font size:

20 px 24 px 28 px 32 px 40 px 48 px

Font:

Arial TNR Verdana Courier New Comic Monospace

Warna:

Putih Beru Merah Kuning Hijau Hitam

Bayangan:

Tidak Putih Hitam
Ternyata seperti ini rasanya saat duduk berhadapan dengan seseorang yang kita tahu tidak pernah mencintai kita? Ia ada tepat di depanmu tetapi kamu merasa berada ribuan mil jauh dari dirinya. Ia berada begitu dekat denganmu, tetapi kamu merasa begitu asing baginya. Hanya selangkah lagi dan jarak di antara ia dan dirimu akan terhapus, tetapi bahkan untuk bergerak pun kamu tidak berani melakukannya. Semua itu karena kamu takut. Kamu takut ia akan mundur dua langkah ke belakang, dan jarak antara dirimu dan dirinya akan semakin terentang. Semua itu karena kamu tahu. Tahu bahwa segalanya tak lagi sama. Bahwa segalanya kini telah berbeda. Di hatinya tidak pernah ada namamu. Di matanya tidak pernah ada bayanganmu.
- Irin Sintriana
JagoKata.com