Kata-kata Bijak 1 s/d 17 dari 17.
-
Semua manusia adalah sama. Posisi di hadapan Tuhan bukanlah berdasarkan harta dan kedudukan sosial semata. Ahlaknya nanti yang akan membedakan ketinggian derajat seseorang di mata Tuhannya.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Ibu adalah rumah utama bagi anak-anaknya. Air susu adalah jalannya untuk memberikan kenyamanan dan cinta bagi anak-anaknya. Dadanya adalah surga terindah bagi pelita hatinya. Itulah pengikat yang kuat antara ibu dan anak-anaknya.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Bahagia adalah ketika kita tersentuh atas apa yang Tuhan berikan, kemudian mensyukuri segala anugerah itu.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Hidup di dunia ini hanya sementara. Jika selalu menoleh pada hal yang bersifat keduniawian semata, sungguh itu adalah hal yang paling rugi dalam tingkatan hidup manusia.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Laki-laki sejati itu selalu bertindak ksatria. Tidak memandang pada si miskin atau kaya, tak memandang dia laki-laki atau perempuan. Jika seorang ksatria melakukan kesalahan, dia pasti mau meminta maaf dan bertanggung jawab.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Manusia selalu saja lebih betah memelihara kemaksiatan. Padahal, sebenarnya mereka sendiri tahu bahwa takkan mampu selamanya bertahan di dalamnya. Selalu saja nurani yang akan bersuara. Akan ada hati yang menjerit. Suara-suara dari dalam itu sendiri hanya akan berkata sekali, setelah itu lenyap.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Tuhan bisa saja membuat bulan lebih banyak daripada bintang.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Allah menciptakan ketidaksempurnaan untuk memperlihatkan bahwa hanya Dialah Yang Maha Sempurna.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Jika Sang Pemilik hidup menghendaki, apa yang bisa ditolak seorang mahluk? Takkan mampu sesuatu atau seorang pun menghalangi, meskipun air mata tak hanya menetes, tetapi menderas dari perempuan yang baktinya tak bisa disangkal oleh siapa pun.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Rasanya seperti makan daging saudara sendiri. Ketika duduk nyaman dan makan berbagai hidangan yang menggoyang lidah, di daerah terpencil sana ada sebagian saudara satu bangsanya kelaparan dan dalam kondisi tak menyenangkan karena dikucilkan.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Allah takkan salah memilihkan pasangan hidup bagi manusia. Memang, manusia takkan ada yang sempurna. Namun, kesempurnaan itu ada ketika manusia memahami bahwa setiap ketidaksempurnaan menjadi sebuah anugerah.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Cinta tak butuh alasan. Cinta selalu datang dari hati, tak tahu kapan datangnya.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Kemiskinan bukan halangan untuk menikah.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Masing-masing dari kita adalah anugerah. Berterima kasih kepada Tuhan Yang Mahasatu, itu yang paling penting.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Sebab, ada kehidupan lain yang dijanjikan lebih indah oleh-Nya. Kehidupan yang lebih kekal nanti. Jika manusia tak memikirkan kehidupan setelah ini, apa yang akan dibawanya jika saat itu tiba?
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Tak semudah itu. Seseorang yang memimpin kafilah bukanlah orang sembarangan.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya -
Tuhan kita ingin kau semakin cerdas, jika kau berpikir lebih keras. Tuhan suka kepada manusia yang suka berpikir.
Khadijah: First Love Never Dies― Irfa Hudaya
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Khadijah: First Love Never Dies dari Irfa Hudaya akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Irfa Hudaya
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261




Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.