Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 23.
-
Kalau aku saja, yang manusia biasa, bisa memaafkan masa lalu dan menganggapnya tidak ada, apalagi Tuhan? Bila aku yang punya keterbatasan perasaan, bisa menyayangimu sedalam ini, apalagi Dia?
― Irene Dyah -
Itu bukan hak kita untuk menghakimi. Bila Allah saja bisa menerima taubat dari dosa-dosa besar, apakah manusia ciptaan-Nya punya pilihan untuk angkuh?
― Irene Dyah -
Barangkali karena memang seperti itulah ingatan manusia bekerja. Otak kita tidak bisa menyimpan semuanya dalam tabungan ingatan jangka panjang. Kita hanya menyimpan potongan-potongan kisah yang berkesan, yang emosional, yang kita pilih secara tidak sadar.
― Irene Dyah -
Salju di puncak Fuji-san itu seperti perasaan dua manusia yang merasa cocok, kemudian memutuskan membina rumah tangga bersama. Barangkali perasaan itu bisa hilang, menyurut, tak tampak dari luar seperti salju puncak Gunung Fuji pada musim panas. Tapi sebetulnya dia tetap ada di sana. Dan, perlu ada musim dingin untuk selalu menambah volume perasaan itu, mengembalikan eksistensinya agar selamanya tetap bertahan. Walaupun mengalami musim panas berulang-ulang.
― Irene Dyah -
Tuhan membuat manusia dengan sangat istimewa. Kita sebetulnya memiliki kemampuan untuk menjaga dan menyembuhkan diri sendiri. Fisik dan mental. Kamu tahu itu? Kita selalu bisa pulih, Nabila. Asalkan kita mau. Juga percaya.
― Irene Dyah -
Kadang-kadang manusia memang terjebak dalam khayalan atau mimpinya. Lalu ketika kenyataan membuatnya terbangun, mereka menolak untuk menerima.
― Irene Dyah -
Semua orang punya pendapat, dan kami adalah manusia-manusia yang keras kepala. Jadi, tiap hari ada saja pergerakan baru, masalah yang meletus jadi pertikaian, hal-hal yang kecil menjadi besar. Tapi semua bisa diselesaikan dengan saling bicara. Komunikasi.
― Irene Dyah -
Pernikahan selalu mengubah sepasang manusia. Dari sepasang mahluk asing, berevolusi perlahan menjadi satu tim kuat yang membutuhkan satu sama lain, seperti manusia membutuhkan udara.
― Irene Dyah -
Apa itu cinta? Cinta itu cuma cara manusia untuk menyimbolkan nafsunya dengan sesuatu yang terlihat lebih indah.
― Irene Dyah -
Ketika situasi meruncing, manusia sering kali menjadi tumpul. Itu kodrat.
― Irene Dyah -
Semua manusia mengharapkan kisah cinta yang sempurna, pasangan yang tanpa cacat, kehidupan yang happily ever after tanpa perjuangan setitik pun. Mana bisa? Perjalanan hidup kita kan bukan cerita film atau novel. Kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita dapatkan.
― Irene Dyah -
Bukan mistis. Takdir. Justru karena beragama, aku percaya ada kekuatan Sang Pencipta yang mengatur kehidupan manusia. Tiga kali aku shalat dan meminta petunjuk, dan selalu namamu yang dimunculkan.
― Irene Dyah -
Itu bukan egois! Kamu hanya mengejar kebahagiaanmu. Tidak bolehkah manusia melakukannya? Semua orang ingin bahagia, Nada. Mungkin kecuali kamu? Bagaimana mungkin kamu bisa membahagiakan orang lain, bila kamu sendiri terus-menerus tersiksa?
― Irene Dyah -
Manusia mendapatkan apa yang dia inginkan, manakala dia berencana dan berusaha. Kamu berada di sini karena kamu memang berjuang mengejarku. Tidak ada hubungannanya dengan nasib, takdir, rahasia, rahasia kosmis, peredaran bintang-bintang, atau pergerakan entah apa di luar sana.
― Irene Dyah -
Manusia mendapatkan apa yang diinginkan, manakala dia berencana dan berusaha.
― Irene Dyah -
Manusia diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut, agar dia lebih banyak mendengar daripada bersuara.
― Irene Dyah
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Irene Dyah sama manusia akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261




















Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.