Kata-kata Bijak 1 s/d 5 dari 5.
-
Sebab ada beberapa larik puisiku yang terus mengepakkan sesayapnya
untuk mendoakan setiap pagi, saat sekawanan puisi itu bersua dengan
udara bumi yang berhembus dari timur
maka, di situlah aku kembali adaMeninggal Dunia― Imam Budiman -
Jikalau nantinya aku benar-benar ditetapkan oleh sangmaha untuk
rebah menyatu dengan tanah yang membasah, kain kafan, serbuk cendana
dan juga nisan batu serta sepasang kamboja yang ditanamkan di atasnya,
maka perkenankanlah bait-bait puisiku tumbuh berkembang dalam hatimu
tidak lama, hanya untuk beberapa waktu sajaMeninggal Dunia― Imam Budiman -
Ya, walau tubuh ini sudah
tak bergerak pasrah dilayapi gelap
paru-paru yang hilang fungsi dan jantung yang enggan lagi memompa
tidak mengapa, tidak perlu khawatir.Meninggal Dunia― Imam Budiman -
Lalu lepaskanlah, biarkan ia mencari hakikatnya sendiri tanpa ditunjuki arah
mata angin sekalipun.Meninggal Dunia― Imam Budiman -
Atau setidaknya, beri sedikit ruang agar sedianya
merawatkan hingga puisi-puisi itu beranjak separuh dewasaMeninggal Dunia― Imam Budiman
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Meninggal Dunia dari Imam Budiman akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Imam Budiman
Buku dari Imam Budiman:
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261






Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.