Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 26.
-
Hidup lo tuh kayak langit cerah penuh pelangi. Nggak ada setitik pun awan mendung di sana. Kalaupun ada, paling hujan sebentar. Habis itu balik lagi cerah, seperti nggak pernah ada apa-apa. Hidup gue malah kebalikannya. Mendung melulu. Waktunya hujan berhenti, langit keburu gelap. Terus nggak lama, hujan lagi. Nggak berhenti-henti. Malah pakai badai segala.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Jadi orang jangan plin-plan. Balas dendam itu tidak mengenal kata kasihan. Kalau nggak tega, nggak usah balas dendam. Lo ajarin diri sendiri berdamai dengan kenyataan. Nggak usah ribet mikirin perang kalau masih pingin suci.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Bukannya bolak-balik para orang dewasa itu menasehati kita supaya hati-hati memilih pergaulan?
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Kalau demi memenangkan kompetisi, kerja keras sedikit nggak masalah.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Sebentar judes, sebentar manis. Muka lo yang asli yang mana sih?
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Kalau mau cemburu, jangan sama manusia aneh kayak gitu. Bawa sial, tahu.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Mau berantem sih gampang. Cuma kamu yang rugi.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Jangan bilang anak baru mau cari gara-gara. Nggak sembarang orang berani berdebat sama wali kelas.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Kalau saja lo tahu kita berbagi lebih dari sekedar hobi yang sama, gue jamin lo bakal mati berdiri!
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Sahabat itu susah dicari. Suka duka, berantem-baikan pasti ada. tapi bagaimanapun sifat mereka, kita sudah saling bisa menerima. Mereka adalah orang-orang yang mengenal kita, sering kali saking dekatnya kita malah jadi bisa menuangkan semua emosi di depan mereka tanpa takut dinilai macam-macam.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Urusan skill nggak ada hubungannya dengan hati.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Berotak pintar bukan berarti boleh bersikap tidak sopan.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Dia ini punya nama. Jangan disebut dengan kata ganti orang ketiga begitu dong!
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Emang udah biasa sih ya, kalau orang nomor dua selalu berusaha menjatuhkan orang pertama.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Lo itu nggak malu mengakui kalo lo cuma mau gaul sama orang yang selevel ya? Paling nggak yang punya nilai guna buat lo?
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Jangan percaya sembarang orang. Sering kali, teman sendiri menusuk dari belakang bahkan menikam terang-terangan di muka.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Kalau kamu tidak hati-hati, gelar juara umummu bisa direbut orang lain.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Kalo lo demen sama cewek, perjuangin dong. Sampai titik darah terakhir kalo perlu.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Lu nggak tau zaman sekarang. Nyang tue gitu doyannya ame anak kecil bau kencur.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang -
Membantu rasanya membahagiakan. Seperti mendapat dooprize yang tak terduga.
Hujan dan Pelangi― Idawati Zhang
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Hujan dan Pelangi dari Idawati Zhang akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Idawati Zhang
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261

Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.