Putu Wijaya - Manusia walaupun jasmaninya kelihatan seperti kelebihan, tetapi budayanya membuat ia tetap mengikuti kewajaran.
Manusia walaupun jasmaninya kelihatan seperti kelebihan, tetapi budayanya membuat ia tetap mengikuti kewajaran. - Putu Wijaya
Putu Wijaya

Putu Wijaya

Sastrawan dari Indonesia

Lahir: 1944-

Semua kutipan dan kata-kata bijak dari Putu Wijaya

jagokata, kata bijak, kata, bijak, kutipan, quotes, kwuotes, kata-kata mutiara, arti, ucapan, maksud, penulis,pengarang, pemain, hikmah, kebijaksanaan, terkenal

Tentang Putu Wijaya

Putu Wijaya lahir dengan nama I Gusti Ngurah Putu Wijaya merupakan seorang sastrawan. Pria kelahiran Tabanan, Bali, 11 April 1944 ini merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.

Tulisan pertamanya berjudul "Etsa" yang berupa sebuah cerpen dan dimuat di Harian Suluh Indonesia, Bali. Sampai sekarang beberapa tulisannya telah dimuat di beberapa media cetak seperti Harian Kompas dan Sinar Harapan. Bahkan beberapa karyanya telah diterjemahkan ke beberapa bahasa seperti bahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jepang, Rusia, Arab hingga bahasa Thai.

Beberapa karyanya antara lain "Telegram", "Tiba-Tiba Malam", "Bila Malam Bertambah Malam", "Plot", "Klop", "Intrik", "Nol", "Dang Dut", "Sobat", "Dar Der Dor" dan lain-lain.