Kata-kata Bijak 1 s/d 7 dari 7.
-
Aku rindu ruang merokok, yang
menggendongku beristirahat pada pekat polusi kota,
menenangkan dalam sebungkus hisap lesap.Skenario Menyusun Antena : TINGGAL BAHASA― Galeh Pramudianto -
Aku rindu pada billboard di bulevar, menyalak, memeluk tubuh haus ini dalam dekapan kaleng soda.
Skenario Menyusun Antena : TINGGAL BAHASA― Galeh Pramudianto -
Aku rindu bertemu Wiji dan Warhol. O, apa mereka sarapan satu meja?
Skenario Menyusun Antena : TINGGAL BAHASA― Galeh Pramudianto -
Aku rindu eskalator yang membawaku sampai di lembah baju-
baju.Skenario Menyusun Antena : TINGGAL BAHASA― Galeh Pramudianto -
Aku rindu pada ibu yang berbincang dengan kliennya bersama
donat dan moccacino di sudut ruko-ruko.Skenario Menyusun Antena : TINGGAL BAHASA― Galeh Pramudianto -
Di praja aku tertinggal oleh lampu-lampu,
ditawan kartu kredit dan dijajah gosip-gosip.Skenario Menyusun Antena : TINGGAL BAHASA― Galeh Pramudianto -
Kini hanya bahasaku sahaja yang masih setia mengampu.
Skenario Menyusun Antena : TINGGAL BAHASA― Galeh Pramudianto
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Skenario Menyusun Antena : TINGGAL BAHASA dari Galeh Pramudianto akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Galeh Pramudianto
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261

Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.