• Evy Ervianti Dia terlalu menarik untukku. Tapi perjumpaan berikutnya yang selalu terjadi di setiap Jumat sore di toko buku itu membuatku meyakini suatu obsesi semu. Aku bilang semu, karena aku lebih suka melihatnya dari jauh, memperlihatkan kelabat tubuhnya yang proporsional berputar-putar melewati rak-rak buku tanpa ada keinginan untuk berkenalan dengannya. Begitu saja aku merasa senang, dan rutinitas yang mengurai adrenalin itu sudah kulakukan selama dua bulan ini.
    - +
    +8
Evy Ervianti - Dia terlalu menarik untukku. Tapi perjumpaan berikutnya yang selalu terjadi di setiap Jumat sore di toko buku itu membuatku meyakini suatu obsesi semu. Aku bilang semu, karena aku lebih suka melihatnya dari jauh, memperlihatkan kelabat tubuhnya yang proporsional berputar-putar melewati rak-rak buku tanpa ada keinginan untuk berkenalan dengannya. Begitu saja aku merasa senang, dan rutinitas yang mengurai adrenalin itu sudah kulakukan selama dua bulan ini.

Lihat semua kata-kata bijak dari Evy Ervianti

Kata kunci dari kata bijak ini:

Dia terlalu menarik untukku. Tapi perjumpaan berikutnya yang selalu terjadi di setiap Jumat sore di toko buku itu membuatku meyakini suatu obsesi semu. Aku bilang semu, karena aku lebih suka melihatnya dari jauh, memperlihatkan kelabat tubuhnya yang proporsional berputar-putar melewati rak-rak buku tanpa ada keinginan untuk berkenalan dengannya. Begitu saja aku merasa senang, dan rutinitas yang mengurai adrenalin itu sudah kulakukan selama dua bulan ini. dari : Evy Ervianti
X
river-forest forest hills-sunrise lake-forest mountains-with-lake plant-drops purple-flower road-with-clouds sky-stars straat-stad sun-over-waterfall yellow-wheat z-love-children-sun z-love-geliefdes-zon z-love-hands-sun z-love-hands z-love-leaves z-love-parijs z-love-small-hearts z-love-zwanen

Font size:

20 px 24 px 28 px 32 px 40 px 48 px

Font:

Arial TNR Verdana Courier New Comic Monospace

Warna:

Putih Beru Merah Kuning Hijau Hitam

Bayangan:

Tidak Putih Hitam
river-forest Dia terlalu menarik untukku. Tapi perjumpaan berikutnya yang selalu terjadi di setiap Jumat sore di toko buku itu membuatku meyakini suatu obsesi semu. Aku bilang semu, karena aku lebih suka melihatnya dari jauh, memperlihatkan kelabat tubuhnya yang proporsional berputar-putar melewati rak-rak buku tanpa ada keinginan untuk berkenalan dengannya. Begitu saja aku merasa senang, dan rutinitas yang mengurai adrenalin itu sudah kulakukan selama dua bulan ini.
- Evy Ervianti JagoKata.com