Kata-kata Bijak 1 s/d 19 dari 19.
-
Kau memutuskan pergi. Berbelok kiri, lalu lenyap ditelan tikungan.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Dan aku akan tetap menunggumu. Meski dalam kondisi sedingin, segelap, sesenyap, dan semengilukan ini.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Sejak itu, aku merasa menemukan bahu tempat bersandar yang telah lama hilang.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Berkat kebiasaan menanti suaramu, kemampuan pendengaranku hampir menyerupai burung merpati. Mampu menangkap bunyi infrasonik.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Bagaimana kau datang ke dalam hidupku seperti matahari pagi. Menyinariku yang sedang muram-muramnya. Kau tidak hanya membawa lilin atau lampu, kau membawa matahari untukku.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Kau tahu, selama aku menunggumu di sini, pikiranku sering bercabang-cabang, merambati ingatan demi ingatan.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Kau tampak melihat-lihat langit. Barangkali menakar hari akan tetap cerah atau hujan turun lagi seperti tadi.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Mengapa aku kerap mengarang-ngarang permakluman sendiri, yang lebih sering adalah imajinasi..
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Waktu demi waktu berlalu. Malam demi malam melintasiku. Dan masih tanpa kau.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Aku percaya kau akan kembali. Dan ketika waktu itu tiba kuyakin tubuhku akan kembali berfungsi normal.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Aku teringat masa kecilku yang sekelam malam.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Aku tidak pernah menghitung waktu sehingga aku tak tahu telah berapa lama aku menunggu.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Detik-detik kulalui dengan kesabaran yang kian subur. Aku tidak beranjak sedikit pun. Boleh dibilang tubuhku nyaris tidak bergerak.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Di sini, bangku yang kududuki telah berlumut, daun-daun berguguran, kering, mati, dan tumbuh kembali.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Kepalaku terlempar menggelinding ke jurang-jurang waktu yang telah jadi silam.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Namun, pandangan matamu yang sejernih mata kanak-kanak sudah cukup untuk membuat hatiku luluh.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Oh tidak, bukan meminta. Kau tidak pernah menuntutku apa-apa. Kau hanya menyampaikan harap.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Pepohonan yang ada di seberangku, dulu, masihlah seukuran anak kecil. Kini tinggi memancang dengan dahan-dahan dan akar yang semakin lebar dan kekar.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia -
Sekadar memastikan apakah sosokmu telah muncul atau suaramu telah timbul.
Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu― Erwin Setia
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu dari Erwin Setia akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Erwin Setia
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261







Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.