Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 26.
-
Sesungguhnya kebahagiaan itu tak abadi. Di balik gelak tawa, tak terhitung berapa kali pertengkaran dijalani, rasa cemburu yang membakar, posesif begitu meningkat, kecurigaan menjadikan hari-hari seperti penuh kerikil tajam untuk dilewati dan sebagainya.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Aku lebih memilih menjadi single flower. Menjadi bunga yang mekar sendiri itu jauh lebih cantik ketimbang menjadi bunga bergerombol. Single flower punya kesan mahal dan elegan ketimbang saat digabung dengan bunga lain dalam rangkaian bouquet.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Kedewasaan kadang diukur dari kemapuan menahan diri untuk tidak mengeluarkan kalimat-kalimat berpotensi menyakiti orang lain.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Laki-laki itu manusia yang sulit dipercaya. Seluruh perkataannya, kalau bukan gombal, ya omong kosong belaka. Perhatiin, berapa banyak perempuan digantung, dipacarin lama tapi nggak segera dilamar dan dinikahi?
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Cinta hanyalah ilusi. Dan pesta pernikahan adalah tindakan sia-sia, mengambur-hamburkan uang belaka.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Pada sebuah hal yang tak kamu sukai, tetap bersikaplah biasa. Tak hanya senyum yang kamu sunggingkan di bibir, tapi hatimu pun harus turut kamu paksa tersenyum.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Cinta tumbuh karena alasan rasional. Kesepakatan dan komitmen. Bila ke depannya masalah, yang tidak beres adalah manusianya.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Hidup memang tak pernah lepas dari masalah. Semua kisah cinta dengan jurang pembatas yang tajam menuai banyak masalah.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Barangkali wanita memang diciptaan dengan blue-print pola pikir sulit dimengerti, suka memaksakan kehendak, dan ujung-ujungnya selalu merasa paling benar. Bila tidak dituruti keinginannya, dia akan merajuk, la ngamuk dan ujung-ujungnya menangis.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Setiap manusia, punya jatah untuk melakukan banyak-banyak salah sewaktu masih muda, mengambil banyak-banyak keputusan keliru, dan banyak hal buruk lainnya.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Kenapa perempuan senang sekali main kode-kodean?
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Kehidupan manusia itu ya begitu; ada saat-saat bahagia, ada masa-masa pahit. Dalam pernikahan, fase pahit bila dihadapi dan dijalani berdua sih nggak apa-apa, tapi kenyataannya kan nggak.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Cinta itu menyatukan; tak memandang strata, tak memandang tingkat akademik, tak memandang status social.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Cinta itu nggak melulu tentang laki-laki dan perempuan.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Cinta memang rumit. Bila sudah kadung datang, nggak bisa dihindari. Padahal waktunya kurang tepat, orangnya juga sangat salah.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Separuh aku yang vokalis ini adalah penulis. Glamor hanya di permukaan. Hening hingga menyentuh kalbu paling dalam saat sendirian.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Apalah arti doa bila kamu tak melakukan apa-apa?
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Jangan terlalu banyak pertanyaan. Laki-laki itu tak perlu banyak cakap – yang terpenting adalah tindakan.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan adalah hasil dari segala upaya yang kita lakukan sendiri.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari -
Berprasangka itu yang baik. Ngomong juga tentang hal yang baik-baik saja.
Membunuh Cupid― Desi Puspitasari
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Membunuh Cupid dari Desi Puspitasari akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Desi Puspitasari
Buku dari Desi Puspitasari:
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261


















Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.