Kata-kata Bijak dari Deassy M. Destiani sama berpikir

Deassy M. Destiani

Deassy M. Destiani

Penulis asal Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Tentang Deassy M. Destiani

Deassy M. Destiani merupakan seorang penulis dari Indonesia. Beberapa karyanya antara lain Bukan Untuk Dibaca, Bukan Untuk Dibaca #2, Anakku Bukan Anakku serta Bukan Sekedar Kata.

  • Siapa yang berbuat curang maka akan dibalas dengan kecurangan. Berlakulah jujur, karena kejujuran akan membawa keberkahan.
  • Aturan sederhana tentang kebahagiaan: Bebaskan dirimu dari kebencian, bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan, hiduplah sederhana, berilah lebih banyak, berharaplah lebih sedikit dan tersenyumlah.
  • Pupuklah mimpi dan harapan beserta doa dan ikhtiar.
  • Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
  • Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain.
  • Jangan pernah mengasihani diri sendiri karena akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan.
  • Ia mengadaikan sebuah apel sepotong cinta.
  • Belajar bagaikan cermin dapat melihat keadaan sebenarnya.
  • Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelak. Semuanya adalah rangkaian proses.
  • Orang lebih memerlukan kehadiran, perhatian dan kepedulian.
  • Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu.
  • Dengan melihat, aku tahu. Denagan mendengar, aku mengerti. Dengan menjalani, aku paham.
  • Jangan menghindari tantangan tetapi lompatlah ke dalamnya dan taklukanlah.
  • Kenali diri, eksplorasi, kembangkan, dan manfaatkan apa yang dimiliki. Mulai mengebor dan menggali potensi diri, temukan kekuatan yang terpendam, boleh jadi ada harta karun tak ternilai di dalam diri.
  • Di setiap proses kehidupan pasti ada proses pembelajaran, tujuannya satu umtuk menguatkan dan menyempurnakan, sehingga hidup lebih bermakna.
  • Cinta secara fundamental adalah sebuah komitmenterhadap seseorang.
  • Ketika Anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak.
  • Jika kau ditanya sesuatu yang tak mau kau jawab maka senyumlah, dan tanya "mengapa kau mau tahu?"
  • Prinsip sedekah adalah semakin banyak yang kita sedekahkan maka akan semakin banyak yang kita terima.
  • Tambahkan sedikit cinta dan kurangi benci, terkadang garam terasa lebih manis dari pada gula.
+17

Kata-kata Bijak 1 s/d 6 dari 6.

  • Sering kita mendengar, kita tidak akan menjadi orang besar jika tidak berani berpikir besar. Menjadi orang besar, mulailah dengan sebuah langkah kecil bernama " bekerja sepenuh hati "
    Deassy M. Destiani
    - +
    +13
  • Kita berpikir bahwa hanya hal-hal buruk yang akan tumbuh dari diri kita. Kita menolak menyirami hal-hal baik yang sebenarnya telah ada. Dan akhirnya, kita kembali kecewa, kita tak pernah memahami potensi yang dimiliki.
    Deassy M. Destiani
    - +
    +8
  • The winner selalu berpikir mengenai kerja sama dan the looser selalu berpikir menjadi tokoh yang paling berjaya.
    Deassy M. Destiani
    - +
    +2
  • Marilah kita bersama-sama berpikir, kita bekerja untuk mendapatkan keterampilan dan meningkatkan kualitas diri, bukan gaji semata.
    Deassy M. Destiani
    - +
    +1
  • Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda.
    Deassy M. Destiani
    - +
     0
  • Karena otak akan berpikir sesuai dengan yang kita pikirkan. Jadi jangan berkata tidak sebelum Anda mencobanya.
    Deassy M. Destiani
    - +
     0
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Deassy M. Destiani sama berpikir akan selalu Anda temukan di JagoKata.com

Tanya Jawab

Apa kutipan paling terkenal dari Deassy M. Destiani?

Dua kutipan paling terkenal dari Deassy M. Destiani adalah:

  • "Sering kita mendengar, kita tidak akan menjadi orang besar jika tidak berani berpikir besar. Menjadi orang besar, mulailah dengan sebuah langkah kecil bernama " bekerja sepenuh hati ""
  • "Kita berpikir bahwa hanya hal-hal buruk yang akan tumbuh dari diri kita. Kita menolak menyirami hal-hal baik yang sebenarnya telah ada. Dan akhirnya, kita kembali kecewa, kita tak pernah memahami potensi yang dimiliki."