Kata-kata Bijak: W.S. Rendra

W.S. Rendra

W.S. Rendra

Penyair dari Indonesia

Lahir: 1935-2009

  • W.S. Rendra
  • Sebuah sangkar besi tidak bisa mengubah rajawali menjadi seekor burung nuri.
  • Bukan maut yang menggetarkan hatiku, Tetapi hidup yang tidak hidup karena kehilangan daya dan kehilangan fitrahnya.
  • Sumber keamanan seharusnya hukum dan akal sehat. Keamanan yang berdasarkan senjata dan kekuasaan adalah penindasan.
  • Hidup dalam khayalan, hidup dalam kenyataan tak ada bedanya. Karena khayalan dinyatakan, dan kenyataan dikhayalkan.
  • Bukankah kehidupan sendiri adalah bahagia dan sedih? Bahagia karena napas mengalir dan jantung berdetak, sedih karena pikiran diliputi bayang-bayang.
+3

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 73.

  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +665
    Bukankah kehidupan sendiri adalah bahagia dan sedih? Bahagia karena napas mengalir dan jantung berdetak, sedih karena pikiran diliputi bayang-bayang.
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +539
    Kesadaran adalah matahari,
    Kesabaran adalah bumi,
    Keberanian menjadi cakrawala, dan
    Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +262
    Kita telah menjadi asing di tanah leluhur sendiri.
    Sumber: Sajak sebotol bir
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +215
    Kita tersenyum bukanlah karena sedang bersandiwara. Bukan karena senyuman adalah suatu kedok. Tetapi karena senyuman adalah suatu sikap. Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama, nasib dan kehidupan.
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +185
    Mencintaimu adalah bahagia & sedih;
    bahagia karna memilikimu dalam kalbu;
    sedih karena kita sering berpisah.
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +107
    Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu mengendap dalam nyanyiku.
    Sumber: Stanza dan Blues
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +103
    Apa yang bisa dilakukan oleh penyair bila setiap kata telah dilawan dengan kekuasaan?
    Sumber: Pamplet cinta
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +96
    Selama orang-orang sakti masih bersemayam dibawah panji-panji koalisi... Teka-Teki bangsa ini tak akan mampu terbukti.
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +95
    Hidup macam apa hidup ini. Di taman yang gelap orang menjual badan, agar mulutnya tersumpal makan.
    Sumber: Sajak kenalan lamamu
  • W.S. Rendra
    ajax-loader
    - +
    +79
    Bukan maut yang menggetarkan hatiku, Tetapi hidup yang tidak hidup karena kehilangan daya dan kehilangan fitrahnya.
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari W.S. Rendra yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 73 ditemukan

Tentang W.S. Rendra

Willibrordus Surendra Broto Rendra atau lebih dikenal dengan nama W.S. Rendra merupakan seorang sastrawan, penyair, penulis puisi serta aktor dari Indonesia. W.S Rendra lahir di Solo, tanggal 7 November 1935 dan meninggal di Depok, Jawa Barat pada tanggal 6 Agustus 2009.

Ayahnya bernama R. Cyprianus Sugeng Brotoatmojo yang merupakan seorang guru bahasa di Solo dan ibunya bernama Raden Ayu Catharina Ismadillah, seorang penari serimpi di Keraton Surakarta Hadiningrat.

Tahun 1967, Rendra mendirikan Bengkel Teater yang bertempat di Yogyakarta, namun Bengkel Teater lalu dipindah ke Depok pada Oktober 1985.

Beberapa karyanya antara lain Orang-Orang di Tikungan Jalan (1954), SEKDA (1977), Mastodon dan Burung Kondor (1972), Ballada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan Sajak), Sajak-Sajak Sepatu Tua, Nyanyian Orang Urakan dan masih banyak lagi karya lainnya.

Beberapa penghargaan berhasil diraihnya antara lain meraih Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 1954, meraih Hadiah Sastra Nasional BMKN di tahun 1956, meraih Penghargaann Adam Malik di tahun 1989, meraih Penghargaan Achmad Bakri di tahun 2006 dan beberapa penghargaan lainnya.