Tere Liye
Penulis dari Indonesia
Hidup: 1979 -
Kategori: Penulis (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 21 Mei 1979
Kata-kata Bijak 341 s/d 360 dari 409.
-
Perang memaksa tua-muda, kaya-miskin, siapa pun yang masih sehat dan kuat, pergi ke medan pertempuran. Itu masa-masa menyedihkan.
― Tere Liye -
Tidak seharusnya kamu mengalami kisah menyakitkan itu, Lail. Seharusnya takdir bisa lebih bijak kepadamu. Kamu telah kehilangan ayah dan ibumu. Kehilangan seluruh keluargamu.
― Tere Liye -
Aku cemas, jangan-jangan pikiran itu membunuhmu lebih dulu dibanding musim panas ekstrem.
― Tere Liye -
Di dunia ini tidak ada yang lebih banyak membuka kunci pintu dibanding berkenaalan dengan banyak orang, silaturahim.
― Tere Liye -
Dua puluh lima tahun aku menghabiskan masa kanak-kanak, kuliah, surat-surat itu. Dua puluh lima tahun, seperempat abad, apa yang harus aku sesalkan? Sekarang umurku lewat lima puluh. Dua puluh tahun lagi hidup dengan mengenang masa lalu itu saja sudah cukup menyenangkan, bukan?!
― Tere Liye -
Firma ini berbeda dengan ribuan firma hukum yang lainnya. Kita adalah kesatria hukum, berdiri tegak di atas nilai-nilai luhur. Kamu akan memastikan wanita tua yang malang itu mendapatkan penyelesaian warisan seadil mungkin menurut hukum. Dia akan beristirahat dengan tenang jika tahu harta warisannya telah diselesaikan dengan baik, tidak berakhir di Bona Vacantia, atau lebih serius lagi, jatuh kepada penipu.
― Tere Liye -
Hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini hanya kedamaian dihatimu.
― Tere Liye -
Jika ada orang yang bilang: ‘Kau adalah segalanya bagiku’. Jangan senang dulu. Karena orang ini sedang gombal. Hari ini, orang-orang bahkan tidak bisa berpisah dari HP-nya, maka bagaimana mungkin kita adalah segalanya?
― Tere Liye -
Kalau kamu dalam posisi harus mengajari anak sepintar dia, pasti kamu salah tingkah.
― Tere Liye -
Kalaupun dia keliru, atau kenyataannya berbeda dari yang dia tebak, itu biasanya karena kenyataan itu datang terlambat.
― Tere Liye -
Kehidupan modern yang individualis membawa aspek negatif dalam hubungan keluarga, menghancurkan ikatan keluarga lebih masif dibanding peperangan.
― Tere Liye -
Kita tidak perlu menjelaskan hal-hal kepada orang yang tidak mau mendengarkan penjelasan. Jangan menghabiskan waktu.
― Tere Liye -
Kita tidak perlu selalu menunjukkan semua yang pernah kita lakukan, tempat-tempat yang telah kita kunjungi, hal-hal hebat yang pernah kita capai, prestasi-prestasi keren yang pernah kita gapai. Kalau semua diumumkan, lantas bagian mana spesialnya yang akan tetap kita simpan sendiri? Tidak ada surprise lagi, orang-orang sudah tahu semua.
― Tere Liye -
Maryam, aku ingin melupakan semuanya. Semua ingatan ini. Semua kenangan, semua pikiran-pikiran buruk yang melintas. Aku ingin menghapusnya dari kepalaku. Aku sudah tidak tahan lagi.
― Tere Liye -
Orang yang berlari di depan, tidak sempat melihat punggung orang-orang yang berlari jauh di belakangnya. Ketahuilah, saat kita asyik membahas orang lain, asyik berkomentar tentang orang lain, maka itu simply menunjukkan posisi kita berada di mana sebenarnya.
― Tere Liye -
Selalu ada pola didunia ini. Apapun itu, bahkan saat sesuatu itu tidak berpola, polanya adalah tidak beraturan. Tetapi sekacau apapun polanya, kita tetap bisa menemukan hal menarik di dalamnya, menyimpulakan sesuatu.
― Tere Liye -
Sepanjang kita mau melihat, maka kita masih bisa menyaksikan masih ada hal indah di hari paling buruk sekalipun.
― Tere Liye
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Tere Liye akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 18)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261 -
Christian Simamora
Penulis dari Indonesia 259
Pramoedya Ananta Toer
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.
Christian Simamora