Tere Liye
Penulis dari Indonesia
Hidup: 1979 -
Kategori: Penulis (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 21 Mei 1979
Kata-kata Bijak 241 s/d 260 dari 409.
-
Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.
― Tere Liye -
Biarkan semuanya mengalir seperti air. Jika memang berjodoh, maka berjodohlah. Tidak perlu terlalu berharap, tapi tidak juga sangat negatif menanggapinya.
― Tere Liye -
Dicintai begitu dalam oleh orang lain akan memberikan kita kekuatan, sementara mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh akan memberikan kita keberanian.
― Tere Liye -
Habis darah di badan, kering air mata, kita tidak bisa mengembalikan apa yang telah terjadi.
― Tere Liye -
Jika kau memahami cinta adalah perasaan irrasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga.
― Tere Liye -
Mencintaimu telah memberikanku keberanian, dan dicintai olehmu telah memberikanku kekuatan.
― Tere Liye -
Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika.
― Tere Liye -
Bagi orang-orang yang sedang menyimpan perasaan, ternyata bukan soal besok kiamat saja yang bisa membuatnya panik, susah hati. Cukup hal kecil seperti jaringan komunikasi terputus, genap sudah untuk membuatnya nelangsa.
― Tere Liye -
Dia yang bohong, eh dia yang malah nyalahin orang lain, mengungkit kesalah orang lain. Dia yang jahat, benar nyata jahatnya, eh dia yang malah merasa orang lain jahat padanya.
― Tere Liye -
Jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai dengannya, mengenal dengan baik.
― Tere Liye -
Jika seseorang tetap membantu di saat kita jatuh miskin. Maka dia berhak menerima bagian di saat kita berkecukupan.
― Tere Liye -
Karena bila berbicara tentang penerimaan yang tulus, hanya yang bersangkutanyalah yang tau seberapa ikhlas dia telah berdamai dengan sesuatu.
― Tere Liye -
Lebih baik mendengar kebohongan meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan.
― Tere Liye -
Maka bersyukurlah yang memiliki keluarga. Memiliki teman-teman terbaik. Boleh jadi, kitalah bulan purnama dalam hidup ini. Kitalah gunung kokoh bagi mereka. Dikelilingi orang-orang yang menyayangi kita.
― Tere Liye -
Sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Jika kita bisa menerima, maka kita bisa melupakan.
― Tere Liye -
Tahukah kau, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan.
― Tere Liye -
Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan.
― Tere Liye -
Aku benar-benar minta maaf kamu harus melewati masa-masa itu tanpa penjelasan. Membuatmu bertanya-tanya, membuatmu menunggu.
― Tere Liye -
Aku tahu sejak lama, besok lusa, dengan hati seindah miliknya, dia akan melakukan hal hebat. Dia akan melihat dunia. London. Paris. Eropa. Tempat-tempat menakjubkan. Kamu tidak perlu menjelaskan lebih detail tentang harta warisan miliknya, Nak Zaman. Tapi aku tahu, aku bisa menebaknya, harta itu bernilai triliunan rupiah. Karena itulah harga dari seorang Sri Ningsih. Bahkan lebih mahal dari itu. Maka tunaikan amanahnya, Nak Zaman. Sri berhak pergi dengan tenang.
― Tere Liye -
Apakah cinta memang begitu? Saat dia mulai menyemai bibit harapan, hanya untuk layu sebelum berkecambah?
― Tere Liye
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Tere Liye akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 13)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261 -
Christian Simamora
Penulis dari Indonesia 259
Pramoedya Ananta Toer
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.
Christian Simamora