Kata-kata Bijak: Tan Malaka

Tan Malaka

Aktivis kemerdekaan, filsuf dari Indonesia

Lahir: 1897-1949

  • Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.
  • Sejuta kata makanan, tidak akan mengenyangkan.
  • Lapar tak berarti kenyang buat si miskin. Si lapar yang kurus kering tak akan bisa kita kenyangkan dengan kata kenyang saja, walaupun kita ulangi 1001 kali.
  • Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi.
  • Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.
  • Berpikir besar kemudian bertindak.
+3

Kata-kata Bijak 31 s/d 40 dari 61.

  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +23
    Tetapi, jika pemerintah Indonesia kembali dipegang oleh kaki tangan kapitalis asing walaupun bangsa Indonesia sendiri, dan 100% perusahaan modern berada ditangan kapitalis asing, seperti di zaman "Hindia Belanda" maka Revolusi Nasional itu berarti membatalkan Proklamasi dan kemerdekaan Nasional dan mengembalikan kapitalisme dan imperialisme internasional.
    Sumber: Gerpolek
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +21
    Marxisme itu bukanlah suatu dogma (apalan). Melainkan sesuatu pedoman untuk bertindak.
    Sumber: Dari Penjara Ke Penjara Jilid 3 91
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +21
    Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri.
    Sumber: Madilog (Materialisme dialektika logika) 62
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +21
    Sudah pernah pengarang buku di Amerika meramalkan, bahwa kalau satu negara seperti Amerika mau menguasai samudera dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan.
    Sumber: Madilog 22
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +20
    Bahwa mereka pekerjalah, yang menduduki lantai ekonomi perekonomian Indonesia.
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +19
    Selama orang percaya bahwa kemerdekaan akan tercapai dengan jalan putch atau anarchisme hanyalah impian seorang yang lagi demam.
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +18
    Kebaikan buat masyarakat itu bergantung kepada watak masyarakat, dan didikan masing-masing orang.
    Sumber: Madilog
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +17
    Satu dua diantara berbagai ukuran yang biasanya kita pakai terhadap seseorang yang terjun kedepan masyarakat sebagai pemimipin ialah, apakah pertama sekali ia dapat melihat kedepan, dan kedua apakah di cukup mempunyai watak konsekuen untuk memegang pandangannya kedepan itu.
    Sumber: Dari Penjara Ke Penjara Jilid 3 102
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +17
    Sebelum bangsa Indonesia mengerti dan mempergunakan segala kepandaian dan pengetahuan Barat, belumlah ia tamat dari sekolah Barat.
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +16
    Beritahukanlah kepada kami, bagaimana perhubungan ekonomi antara kedua bangsa dan kelas itu! Kami akan dapat pula membentuk Bingkai politik antara kedua bangsa atau kedua golongan itu.
    Sumber: Dari Penjara Ke Penjara Jilid 3 232
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Tan Malaka yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 61 ditemukan (halaman 4)

Tentang Tan Malaka

Tan Malaka bernama asli Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Tan Malaka merupakan nama semi bangsawan yang didapatkan dari garis keturunan ibu. Ayahnya bernama HM. Rasad dan ibunya bernama Rangkayo Sinah.

Ia didaftarkan ke sekolah Kweekschool pada tahun 1908 dan merupakan sosok yang pintar dan cerdas. Tahun 1913, setelah lulus dari sekolah tersebut, Tan Malaka menerima gelar datuk yang diberikan pada sebuah upacara tradisional.

Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 28 Maret 1963 berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 53 yang saat itu ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Dan pada tanggal 21 Februari 2017, jenazah Tan Malaka secara simbolis dipindahkan dari Kediri ke Sumatera Barat.