Kata-kata Bijak: Tan Malaka

Tan Malaka

Tan Malaka

Aktivis kemerdekaan, filsuf dari Indonesia

Lahir: 1897-1949

  • Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.
  • Sejuta kata makanan, tidak akan mengenyangkan.
  • Lapar tak berarti kenyang buat si miskin. Si lapar yang kurus kering tak akan bisa kita kenyangkan dengan kata kenyang saja, walaupun kita ulangi 1001 kali.
  • Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi.
  • Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.
  • Berpikir besar kemudian bertindak.
+3

Kata-kata Bijak 11 s/d 20 dari 61.

  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +131
    Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin.
    Sumber: Madilog (Materialisme dialektika logika) 12
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +108
    Presiden Soekarno sambil menunjuk, berkata kepada saya lebih kurang seperti berikut: "Kalau saya tiada berdaya lagi, maka kelak pimpinan revolusi akan saya serahkan kepada saudara.
    Sumber: Dari Penjara Ke Penjara Jilid 3 111
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +98
    Bukan pula dengan maksud memuji atau menghina, saya berani mengatakan bahwa seorang Dayak atau irian-pun, jika berada dalam keadaan sama akan sanggup belajar sampai mencapai apa yang bisa dicapai suku bangsanya yang berada di desa dan di kota. Perbedaan orang Indonesia yang beradab dengan yang sederhana (primitive) bukanlah disebabkan oleh perbedaan sifat dan kesanggupan sebagai manusia, melainkan disebabkan oleh perbedaan sekitar dan keadaan.
    Sumber: Dari Penjara Ke Penjara Jilid 3 3
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +79
    Tidak, tak ada sesuatu program revolusioner yang berarti, jika tak ada pergerakan revolusioner.
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +72
    Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +61
    Lapar tak berarti kenyang buat si miskin. Si lapar yang kurus kering tak akan bisa kita kenyangkan dengan kata kenyang saja, walaupun kita ulangi 1001 kali.
    Sumber: Madilog (Materialisme dialektika logika) 31
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +58
    Yang tajam balik bertimbal, kalau tak ujung pangkal mengena.
    Sumber: Madilog
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +57
    Jika kita dalam perjuangan revolusioner tidak mengambil inisiatif duluan, maka lawan mendapatkan keuntungan menguasai kemauan dan perbuatan ktia sehingga kita dipaksa dalam keadaan pasif melumpuhkan.
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +56
    Bahwasanya jika kelak Kapital Asing akan terus merajalela di Indonesia, seperti sebelum tahun 1942, maka politik Imperialisme pula yang akan merajalela di Indonesia di hari kemudian.
    Sumber: Dari Penjara Ke Penjara Jilid 3 226
  • Tan Malaka
    ajax-loader
    - +
    +55
    Bahwa benda itu adalah satu rantai, satu karma yang merantai hidup kita, hidup sengsara ini.
    Sumber: Madilog
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Tan Malaka yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 61 ditemukan (halaman 2)

Tentang Tan Malaka

Tan Malaka bernama asli Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Tan Malaka merupakan nama semi bangsawan yang didapatkan dari garis keturunan ibu. Ayahnya bernama HM. Rasad dan ibunya bernama Rangkayo Sinah.

Ia didaftarkan ke sekolah Kweekschool pada tahun 1908 dan merupakan sosok yang pintar dan cerdas. Tahun 1913, setelah lulus dari sekolah tersebut, Tan Malaka menerima gelar datuk yang diberikan pada sebuah upacara tradisional.

Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 28 Maret 1963 berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 53 yang saat itu ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Dan pada tanggal 21 Februari 2017, jenazah Tan Malaka secara simbolis dipindahkan dari Kediri ke Sumatera Barat.