Kata-kata Bijak: dari Tan Malaka

Tan Malaka

Tan Malaka

Aktivis kemerdekaan, filsuf dari Indonesia

Lahir: 1897-1949

  • Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.
  • Sejuta kata makanan, tidak akan mengenyangkan.
  • Lapar tak berarti kenyang buat si miskin. Si lapar yang kurus kering tak akan bisa kita kenyangkan dengan kata kenyang saja, walaupun kita ulangi 1001 kali.
  • Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi.
  • Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.
  • Berpikir besar kemudian bertindak.
  • Manusia ialah hewan yang berpikir.
+3

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 60.

  • Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi.
    ― Tan Malaka
    - +
    +886
  • Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.
    ― Tan Malaka
    - +
    +819
  • Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.
    ― Tan Malaka
    - +
    +512
  • Berapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga.
    Sumber: Dari Penjara Ke Penjara Jilid 3 308
    ― Tan Malaka
    - +
    +413
  • Manusia ialah hewan yang berpikir.
    Sumber: Madilog 56
    ― Tan Malaka
    - +
    +357
  • Sejuta kata makanan, tidak akan mengenyangkan.
    ― Tan Malaka
    - +
    +336
  • Berpikir besar kemudian bertindak.
    Sumber: Madilog
    ― Tan Malaka
    - +
    +269
  • Akuilah dengan yang putih bersih, bahwa kamu sanggup dan mesti belajar dari orang Barat. Tapi kamu jangan jadi peniru orang Barat, melainkan seorang murid dari Timur yang cerdas, suka memenuhi kemauan alam dan seterusnya dapat melebihi kepintaran guru-gurunya di Barat.
    ― Tan Malaka
    - +
    +256
  • Kalau sistem itu tak bisa diperiksa kebenarannya dan tak bisa dikritik, maka matilah Ilmu Pasti itu.
    Sumber: Madilog
    ― Tan Malaka
    - +
    +205
  • Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin.
    Sumber: Madilog (Materialisme dialektika logika) 12
    ― Tan Malaka
    - +
    +175
Kata-kata Tan Malaka - quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Tan Malaka yang terbaik dan terkenal: 60 ditemukan

Tentang Tan Malaka

Tan Malaka bernama asli Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Tan Malaka merupakan nama semi bangsawan yang didapatkan dari garis keturunan ibu. Ayahnya bernama HM. Rasad dan ibunya bernama Rangkayo Sinah.

Ia didaftarkan ke sekolah Kweekschool pada tahun 1908 dan merupakan sosok yang pintar dan cerdas. Tahun 1913, setelah lulus dari sekolah tersebut, Tan Malaka menerima gelar datuk yang diberikan pada sebuah upacara tradisional.

Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 28 Maret 1963 berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 53 yang saat itu ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Dan pada tanggal 21 Februari 2017, jenazah Tan Malaka secara simbolis dipindahkan dari Kediri ke Sumatera Barat.

FAQ: Tanya Jawab

Apa kata-kata bijak paling terkenal dari Tan Malaka?

Dua kata-kata bijak paling terkenal dari Tan Malaka adalah: "Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi." dan "Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.".

Apa buku terkenal karya Tan Malaka?

Beberapa buku terkenal karya Tan Malaka adalah "Dari Penjara Ke Penjara Jilid 3, "Madilog" dan "Madilog (Materialisme dialektika logika)".

Kapan Tan Malaka hidup?

Tan Malaka lahir pada tahun 1897 dan meninggal pada tahun 1949.

Kata kunci dari kata bijak ini:

  1. mengenyangkan
  2. guru-gurunya
  3. kebenarannya
  4. kebohongan
  5. seterusnya
  6. kepintaran

Tokoh yang sama