Kata-kata Bijak: Syeikh Imam Nawawi al-Bantani

Syeikh Imam Nawawi al-Bantani

Ulama dan intelektual dari Indonesia

Lahir: 1813-1897

  • Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah?
  • Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.

Kata-kata Bijak 1 s/d 6 dari 6.

1
  • Syeikh Imam Nawawi al-Bantani
    ajax-loader
    - +
    +220
    Jangan sampai kita terlena kata mutiara untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal.
  • Syeikh Imam Nawawi al-Bantani
    ajax-loader
    - +
    +148
    Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah.
  • Syeikh Imam Nawawi al-Bantani
    ajax-loader
    - +
    +147
    Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
  • Syeikh Imam Nawawi al-Bantani
    ajax-loader
    - +
    +119
    Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.
  • Syeikh Imam Nawawi al-Bantani
    ajax-loader
    - +
    +118
    Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah?
  • Syeikh Imam Nawawi al-Bantani
    ajax-loader
    - +
    +118
    Takwa mencakup tiga Pengertian: Menunaikan Segala Perintah; Menjauhi segala yang dilarang; Menjauhi hal-hal yang subhat.
1
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Syeikh Imam Nawawi al-Bantani yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 6 ditemukan

Tentang Syeikh Imam Nawawi al-Bantani

Syeikh Imam Nawawi al-Bantani lahir di Tanara, Serang, Banten tahun 1813 dan meninggal di Makkah pada tahun 1897.

Beliau merupakan seorang ulama besar dari Banten dan pernah menjadi Imam Masjidil Haram. Karya-karyanya banyak menjadi rujukan di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir. Beliau juga mendapat julukan sebagai Bapak Kitab Kuning Indonesia.