Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 45.
-
Lihatlah diri Anda, sudah tiga puluh tahun, belum punya pekerjaan tetap, berkali-kali ditinggal menikah oleh wanita-wanita yang Anda cintai. Tidakkah semua kegagalan hidup itu membuat Anda seperti dipenjara?
― Sungging Raga -
Seorang wanita memang makhluk yang suka sekali menunggu, menunggu untuk ditinggalkan.
― Sungging Raga -
Ada pula jawaban-jawaban dari segala pertanyaan hidup yang sengaja tak dikabarkan agar selalu misterius.
― Sungging Raga -
Aroma kematian seperti cuaca kemarau yang tersedak. Dan hujan tak pernah datang, kecuali dalam puisi anak-anak yang sekolahnya telah sempurna terendam.
― Sungging Raga -
Dan cinta tak lebih dari sebutir pasir yang ringan dalam timbangan.
― Sungging Raga -
Ingatan itu mengucur setiap saat dalam pikirannya. Lelaki itu akan selalu punya cara, entah bagaimana, untuk tetap menganggap kota ini masih berbentuk seperti sedia kala.
― Sungging Raga -
Kalau berjalan maju, aku meninggalkan sesuatu, tetapi kalau berjalan mundur, aku tidak meninggalkan sesuatu, justru aku yang ditinggalkan.
― Sungging Raga -
Mengapa aku tak dibiarkan mengalir terus saja? Tanpa tujuan, tanpa harus berhenti dan hilang?
― Sungging Raga -
Sama seperti benda-benda lain di kota ini, rasa kemanusiaan pun telah lama hilang, menjadi debu.
― Sungging Raga -
Sekarang ia hanya bisa memandang, tanpa bisa dipandang oleh orang-orang yang berlalu-lalang—ia telah terbungkus debu yang amat berjarak bagi setiap penglihatan.
― Sungging Raga -
Ah, bayangkan, setiap perempuan yang terluka selalu memiliki satu juru selamat.
― Sungging Raga -
Apa Anda pikir semua yang Anda alami saat ini cuma main-main? Cuma cerita pendek?
― Sungging Raga -
Entah mengapa, seperti ada hubungan yang begitu dekat antara diriku dan stasiun ini.
― Sungging Raga -
Aroma debu terasa sampai ke hidung, aroma penderitaan terasa sampai ke ubun-ubun.
― Sungging Raga -
Bagaimana pun, ingatan akan tetap berjalan, bersama tumpukan kisah yang berkelindan, menebas masa lalu yang tumbuh sewaktu-waktu.
― Sungging Raga -
Bagiku cinta telah lebih remeh dari udara yang terhirup tebalnya cuaca.
― Sungging Raga
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Sungging Raga akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.