Sujiwo Tejo
Wartawan, pelukis, budayawan dan penulis dari Indonesia
Hidup: 1962 -
Kategori: Artis | Media | Penulis (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 31 augustus 1962
Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 78.
-
Pancasila tuh dasarnya sila 1-3, tujuannya sila 5, cara untuk mencapainya sila 4.
― Sujiwo Tejo -
Terdengar suara-suara tak indah dalam perjuangan menuntut hak juga tidak mengapa. kalau goverment hanya pengin mendengar suara-suara indah, berarti mereka tidak sedang membutuhkan warga negara. suruh saja para tokoh yang prejang-prejeng pakai jas dan abaju safari itu mengurus cucak rowo atau perkutut.
― Sujiwo Tejo -
Jika setiap warga negara menuntut haknya, negara tak bakalan kacau. Kan ada Goverment yang bakal mengelola penyaluran hak-hak tersebut sehingga tidak saling bertabrakan satu sama lain. Dan dari situlah goverment betul-betul ada kerjaan, bukan pengannggur terselubung yang makan gaji buta dari uang rakyat.
― Sujiwo Tejo -
Jangka waktu antara sanjungan dan umpatan demikian tipisnya. Manusia bisa pagi memuja, lalu sorenya mendamprat dengan berbagai hujatan.
― Sujiwo Tejo -
Tuhan menciptakan pundak lelaki untuk menyangga tangis perempuan.
― Sujiwo Tejo -
Naskah sutradara kita tahu di depan, naskah Tuhan kita tahu di belakang.
― Sujiwo Tejo -
Menjadi suami atau istri yang gagal kerap dinilai tak menjaga kehormatan keluarga besar.
― Sujiwo Tejo -
Toh jagat di luar dan jagat di dalam sama saja. Siapa yang mengenal Tuhan akan mengenal dirinya. Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan.
― Sujiwo Tejo -
Negara yang kau tetapkan, kampung yang kau tinggali, rumah yang kau huni, adalah kesenian... Udara yang kau hirup, air yang engkau berendam, api unggun kepunganmu untuk kehangatan bergaul, adalah kesenian.
― Sujiwo Tejo -
Untuk menjaga perdamaian dunia, daripada repot-repot diskusi sana-sini tentang potensi konflik antar agama, antar ideologi, dan lain-lain, mending fokus ke soal rasio ketersediaan pangan dan jumlah warga dunia.
― Sujiwo Tejo -
Bukankah hanya pada saat mencemooh, putus asa, marah, dan sejenis itu kita menekankan suku kata terakhir pada kata-kata yang terdiri atas empat suku kata?
― Sujiwo Tejo -
Bahasa Indonesia itu sederhana kok. Tapi bukanlah kesederhanaan adalah wujud pencapaian tertinggi manusia?
― Sujiwo Tejo -
Sepi sebetulnya, cuma jutaan kata yang tak terucap dariku ke pintumu, Kekasih.
― Sujiwo Tejo -
Cinta adalah ketika kuat kau rasakan kehadiran tuhan… dalam diri … kekasih.
― Sujiwo Tejo -
Yang aku bayar pada tukan pecel hanyalah biaya produksi, waktu dan tenaganya. Rasaku ketika makan pecel dan berbagai sensasinya tak terbayar. Itulah utang rasa.
― Sujiwo Tejo -
Orang hidup, termasuk saya, toh lebih sering memperhatikan wajah dan sifat-sifat orang lain ketimbang detail-detail selebihnya.
― Sujiwo Tejo -
Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling telpon, SMS, BBM, tapi keduanya diam-diam saling mendoakan.
― Sujiwo Tejo -
Urakan berbeda dari kurang ajar. Urakan melanggar aturan termasuk aturan berfikir demi mengikuti hati nurani. Kurang ajar melanggar aturan hanya demi melanggar.
― Sujiwo Tejo -
Minta maaf, dengan segenap konsekuensinya, harusnya mudah dilakukan oleh siapapun yang belum beku.
― Sujiwo Tejo
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Sujiwo Tejo akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)