Kata-kata Bijak dari Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono

Penulis dari Indonesia

Hidup: 1940 - 2020

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Lahir: 20 Maret 1940 Meninggal: 19 Juli 2020

Kata-kata Bijak 81 s/d 100 dari 103.

  • Lalu senyap pula. Berapa jaman telah menderita
    semenjak Ia pun mengusir kita dari Sana
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +3
  • Mencintai angin harus menjadi siut...
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +3
  • Mencintai cakrawala harus menebas jarak...
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +3
  • seperti juga aku: namamu siapa, bukan?
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +3
  • sudah lama aku belajar memahami
    apa pun yang terdengar di sekitarku,
    sudah lama belajar menghayati
    apa pun yang terlihat di sekelilingku,
    sudah lama belajar menerima
    apa pun yang kauberikan
    tanpa pernah bertanya apa ini apa itu
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +3
  • Aku pun tak pernah menjawabmu,
    bahkan ketika kautanyakan jam berapa saat kematianku,
    sebab kau toh tak pernah ada tatkala aku sepenuhnya terjaga.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Baiklah, hari ini kita namakan saja ia ketakutan, atau apa
    sajalah.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • di antara hari buruk dan dunia maya
    kita pun kembali mengenalnya
    kumandang kekal, percakapan tanpa kata-kata
    saat-saat yang lama hilang dalam igauan manusia
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Kaudengar gumam jalan ini, benar? Ya, ia ingin
    kita selamanya melewatinya, seolah ada yang bisa abadi.
    Kau tertawa, tentu saja. Kusentuh tanganmu yang dingin
    ketika jalan itu mulai terdengar menggumam lagi.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • kemarin tak berpangkal, besok tak berujung
    tak tahu mesti ke mana
    angin menyambar bunga gugur itu
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • kita dengar bumi yang tua dalam setia
    Kasih tanpa suara
    sewaktu bayang-bayang kita memanjang
    mengabur batas ruang
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Kita pun menyanyi selepas-lepasnya,
    sepasang kekasih yang tuli dan buta.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • kita saksikan burung-burung lintas di udara
    kita saksikan awan-awan kecil di langit utara
    waktu itu cuaca pun senyap seketika
    sudah sejak lama, sejak lama kita tak mengenalnya
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Siapakah namamu? barangkali aku setengah tertidur waktu
    kautanyakan itu lagi.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Tak ada yang lebih arif
    Dari hujan bulan Juni
    Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Tuhan merawat segala yang kita kenal dan juga yang tidak
    kita kenal dan juga yang tidak akan pernah bisa kita kenal.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Waktu berjalan ke Barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Waktu kutanyakan pergi ke mana,
    jawabnya ringkas, Ke sana, ke samudra raya!
    Ditunjukkannya pula rajah di lengannya:
    gambar jangkar, tengkorak, dan kata tak terbaca.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +2
  • Ada yang berdenyut dalam diriku
    Menembus tanah basah
    Dendam yang dihamilkan hujan
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +1
  • Dan cahaya matahari
    Tak bisa kutolak matahari memaksaku menciptakan bunga-bunga
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +1
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Sapardi Djoko Damono akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 5)