Sapardi Djoko Damono
Penulis dari Indonesia
Hidup: 1940 - 2020
Kategori: Penulis (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 20 Maret 1940 Meninggal: 19 Juli 2020
Kata-kata Bijak 61 s/d 80 dari 103.
-
Setelah beberapa kali ketukan,
pintu kubuka rupanya ada tamu
yang, katanya, menjemputku sore hari ini
Apakah aku sudah pernah mengenalnya?― Sapardi Djoko Damono -
waktu aku berjalan ke barat di waktu pagi matahari mengikutiku di belakang
― Sapardi Djoko Damono -
Aku ini tukang kebun tua yang lahir dan dibesarkan
di pedalaman, sepanjang hidup hanya belajar
menghayati rumput, pohon, dan tanah basah,
mengurus pagar dan membersihkan rumah.― Sapardi Djoko Damono -
Di tengah ladang aku tinggal sendiri
bertahan menghadapi Matahari― Sapardi Djoko Damono -
Kalau pada suatu hari nanti
kau mengetuk pintu
tak tahu apa aku masih sempat mendengarnya.― Sapardi Djoko Damono -
Aku mencintaimu.. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.
― Sapardi Djoko Damono -
ia meletakkan kenangannya
dengan sangat hati-hati
di laci meja dan menguncinya― Sapardi Djoko Damono -
Tapi bukankah masih ada langit
yang tak pernah tertutup pelupuknya,
yang menerima segala yang terbersit
bahkan dari mulut si tuli dan si buta?― Sapardi Djoko Damono -
Tuhan, aku takut. Tolong tanyakan padanya
siapa gerangan yang telah mengutusnya.― Sapardi Djoko Damono -
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
― Sapardi Djoko Damono -
bahwa ia ingin kita melewatinya, sepanjang waktu? Tetapi,
apakah kita pernah yakin ada cinta yang bersikeras abadi?
― Sapardi Djoko Damono -
beribu saat dalam kenangan
surut perlahan
kita dengarkan bumi menerima tanpa mengaduh
sewaktu detik pun jatuh― Sapardi Djoko Damono -
kita pun bisu tersekat dalam pesona
sewaktu ia pun memanggil-manggil
sewaktu Kata membuat kita begitu terpencil
di luar cuaca― Sapardi Djoko Damono -
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
― Sapardi Djoko Damono -
Penyanyi itu buta? Kau tampak gemetar
kita pun diam-diam mendengarkannya,
Cinta terasa baru benar-benar membakar
ketika pesa kaudengar: padamkan nyalanya!― Sapardi Djoko Damono -
Tidak ada. Kecuali bayang-bayangmu sendiri
yang di balik pintu memimpikan ketukan itu,
memimpikan sapa pinggir hujan, memimpikan
bisik yang membersit dari titik air
menggelincir dari daun dekat jendela itu.― Sapardi Djoko Damono -
Atau memimpikan semacam suku kata
yang akan mengantarmu tidur― Sapardi Djoko Damono
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Sapardi Djoko Damono akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 4)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.