Kata-kata Bijak dari Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono

Penulis dari Indonesia

Hidup: 1940 - 2020

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Lahir: 20 Maret 1940 Meninggal: 19 Juli 2020

Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 103.

  • Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang, dan payung
    berdiri di samping tiang listrik.
    Katanya kepada lampu jalan, Tutup matamu dan tidurlah. Biar
    kujaga malam
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +29
  • Dalam diriku mengalir sungai panjang, darah namanya.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +28
  • Kemiskinan adalah hantu yang setia menjaga kebanyakan rumah di desa.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +27
  • Mana ada hantu mau tinggal di kampung miskin yang kebanyakan warganya tidak doyan makan hantu?
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +27
  • Sampai huruf terakhir
    sajak ini, Kau-lah yang harus
    bertanggung jawab
    atas air mataku.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +27
  • Mencintai gunung harus menjadi terjal...
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +25
  • Kuhentikan hujan
    Kini matahari merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +24
  • MencintaiMu harus menjadi aku
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +22
  • Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +21
  • Sementara kita saling berbisik Untuk lebih lama tinggal Pada debu, cinta yang tinggal berupa Bunga kertas dan lintasan angka-angka. Ketika kita saling berbisik Di luar semakin sengit malam hari Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +20
  • Apa sih, bibit itu? Apa pula bobot apa pula bebet di zaman sekarang ini?
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +19
  • Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
    demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +19
  • Orang miskin mana pula yang punya niat meluangkan waktu untuk menciptakan hantu hanya demi menakut-nakuti orang?
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +19
  • Tak ada yang lebih bijak
    Dari hujan bulan Juni
    Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
    Yang ragu-ragu di jalan itu
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +19
  • Barangkali sudah terlalu sering ia
    mendengarnya, dan tak lagi mengenalnya.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +18
  • pohon-pohon masih tegak, mereka pasti mengerti
    dendam manusia yang setia tetapi tersisih ke tepi
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +18
  • Hidup terasa benar-benar tak mau redup
    ketika sudah kaudengar pesan:
    suatu hari semua bunyi rapat tertutup.
    Penyanyi itu tuli. Suaranya terdengar perlahan.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +17
  • Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara
    desah asalmu dari laut, langit, dan bumi kembalilah, jangan
    menggodaku tidur.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +17
  • Tetangga kita itu memang harus dilawan, mentang-mentang janda prajurit, seluruh desa suka berlebihan menghormatinya.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +17
  • Apakah? Mungkin ada juga hujan yang jatuh di
    lautan. Selamat malam.
    Sapardi Djoko Damono
    - +
    +16
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Sapardi Djoko Damono akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)