Kata-kata Bijak: Sandi Firly

Sandi Firly

Sandi Firly

Penulis dari Indonesia

Lahir: 1975-

  • Pada akhirnya, kita harus menyadari, ada banyak bayangan dan khayalan yang sebenarnya sering kali bertolak belakang dengan kenyataan yang kita temui.
  • Sungai masa lalu itu selalu berada di sana. Sungai yang menghilirkan kita di sini saat ini. menjadi kenangan, yang mungkin pahit, tetapi selalu ada rasa manis yang bisa kau cecap. Kau bisa setiap saat menengoknya, barangkali sambil mengingat kawan-kawan kecilmu yang ikut berenang bersama di sungai i

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 23.

  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +68
    Lagi pula, bukankah perasaan saat jatuh cinta itu lebih mendebarkan hati, lebih indah, lebih menggelisahkan, dan lebih mengharukan seperti balon yang terus dipompa, membesar, membesar, dan saat cinta diterima dia adalah balon yang telah dilepaskan terbang terbawa angin, tak ada lagi perasaan cemas dan tegang khawatir balon akan meledak karena terlalu kencang dipompa. Sedangkan cinta yang ditolak adalah balon yang pecah, membuyarkan impian, menerbitkan kehampaan.
    Sumber: Catatan Ayah tentang Cintanya Kepada Ibu 129
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +29
    Pada akhirnya, kita harus menyadari, ada banyak bayangan dan khayalan yang sebenarnya sering kali bertolak belakang dengan kenyataan yang kita temui.
    Sumber: Lampau 240
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +23
    Biarlah kunikmati kepedihan ini. Karena sesungguhnya perasaan perih disebabkan cinta yang terkulai sebelum berbunga, adalah sama sendunya dengan memeram cina itu sendiri selama bertahun-tahun. Bagai senja yang tak kunjung malam.
    Sumber: Catatan Ayah tentang Cintanya Kepada Ibu 232
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +11
    Manusia pada dasarnya lemah tidak akan mampu bergerak sendiri, dan karenanya memerlukan segenap alam semesta untuk membawa impian dan raga kita ke tempat-tempat yang sebelumnya terasa mustahil terjangkau; menjejakkan kaki, merasakan atmosfernya, langitnya, udaranya, dan manusia-manusia yang berjalan di atasnya.
    Sumber: Catatan Ayah tentang Cintanya Kepada Ibu 136
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +9
    Bahkan aku berkeyakinan, seandainya tidak pernah ada buku, maka dunia ini tidak layak untuk ditinggali oleh manusia.
    Sumber: Catatan Ayah tentang Cintanya Kepada Ibu 143
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +9
    Sungai masa lalu itu selalu berada di sana. Sungai yang menghilirkan kita di sini saat ini. menjadi kenangan, yang mungkin pahit, tetapi selalu ada rasa manis yang bisa kau cecap. Kau bisa setiap saat menengoknya, barangkali sambil mengingat kawan-kawan kecilmu yang ikut berenang bersama di sungai itu. Atau pelangi yang melengkung di atasnya, daun-daun kering yang terhanyut, dan kau jadikan itu sebuah foto yang selalu tersimpan rapi dalam ingatan terbaikmu.
    Sumber: Lampau 283
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +7
    Tapi, jangan kau pikir aku akan terpuruk lantaran patah hati. Aku terlalu kuat untuk hal semacam ini.
    Sumber: Catatan Ayah tentang Cintanya Kepada Ibu 232
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +6
    Apa pelajaran yang bisa kau petik dari kisahku ini, Ayuh? Adalah hidup yang selalu terbuka bagi kemungkinan apa saja. Yang terpenting kita tetap harus berani bermimpi, dan berusaha mewujudkannya. Perkara gagal, itu hal lain. Sebab kalau tidak pernah berusaha, maka kita sesungguhnya telah kalah sebelum berperang. Kalaupun kalah setelah berusaha, itu sama mati dalam perang. Mati sahid, kata orang Islam.
    Sumber: Catatan Ayah tentang Cintanya Kepada Ibu 232
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +6
    Benar kata seorang penulis, bila kita terus menerus mengimpikan sesuatu, maka segenap alam semesta akan membantu kita mewujudkannya. Dan sekarang, tibalah giliranku menemui mimpi-mimpi itu.
    Sumber: Catatan Ayah tentang Cintanya Kepada Ibu 133
  • Sandi Firly
    ajax-loader
    - +
    +5
    Setiap anak harus mengetahui nama yang disandangnya, apakah itu pemberian orangtuanya atau siapa pun.
    Sumber: Lampau 7
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Sandi Firly yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 23 ditemukan

Tentang Sandi Firly

Sandi Firly lahir di Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah pada tanggal 16 Oktober 1975. Hobi menulisnya dimulai sejak SMA.

Beberapa karyanya antara lain Lampau, Catatan Ayah tentang Cintanya kepada Ibu, Rumah Debu dan lain-lain.