Kata-kata Bijak: Risda Nur Widia

Risda Nur Widia

Risda Nur Widia

Penulis dari Indonesia

Lahir: 1992-

  • Mereka benar-benar layaknya derai angin di tengah gurun yang tiba dengan baju kumal, wajah melas, dan becak tua penuh karat.
  • Mendadak seberkas sinar matahari membersit dari gundukan mendung. Gerimis turun bersama kilas cahaya tipis di langit. Pelan-pelan membasahi pelataran.
  • Sendu dalam larik kalimat itu mengawang sunyi.
  • Rentetan peristiwa yang melulu dan membuat seorang jengah. Ia berlari untuk menyelamatkan diri dari semua belenggu itu.
  • Betapa hidup ini sudah kehilangan hiburan yang bermutu.
  • Alam memiliki energi tak langsung yang merasuki pikiran.
+3

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 85.

  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +15
    Mendadak seberkas sinar matahari membersit dari gundukan mendung. Gerimis turun bersama kilas cahaya tipis di langit. Pelan-pelan membasahi pelataran.
    Sumber: Ziarah Para Malaikat
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +11
    Beban hidup selalu berganti setiap hari. Masalah terus terlahir dari rahim kesibukan masyarakat kota: takut terlambat masuk kantor, takut gaji dipotong, takut dimarahi istri, takut tak dapat membayar bulanan anak, takut ditinggal pacar simpanan, hingga istri kedua.
    Sumber: Seratus Tahun Berlari
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +10
    Mereka benar-benar layaknya derai angin di tengah gurun yang tiba dengan baju kumal, wajah melas, dan becak tua penuh karat.
    Sumber: Penjemput Kesedihan
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +8
    Ombak masih berkecamuk di dalam benaknya. Ia bagai terombang-ambing di dalam kebingungan.
    Sumber: Bocah yang Ingin Melihat Neraka
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +6
    Kenyang ia melihat pemadangan gemerlap lampu-lampu, pekik tawa dalam pesta-pesta penuh hidangan lezat, atau rintih tengah malam para perempuan dari gedung-gedung gemerlap tempat para penjual cinta.
    Sumber: Seratus Tahun Berlari
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +4
    Rentetan peristiwa yang melulu dan membuat seorang jengah. Ia berlari untuk menyelamatkan diri dari semua belenggu itu.
    Sumber: Seratus Tahun Berlari
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +3
    Betapa hidup ini sudah kehilangan hiburan yang bermutu.
    Sumber: Seratus Tahun Berlari
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +3
    Kami terus mengembara mencari segumpal kenangan yang tak pernah mati, walau seribu peluru menghujamnya.
    Sumber: Bunga Kesunyian yang Tumbuh di Jantungmu
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +3
    Ya, karena hanya pada bunga kesedihan itulah, kami dapat melabuhkan rindu pada orang-orang yang telah pergi.
    Sumber: Bunga Kesunyian yang Tumbuh di Jantungmu
  • Risda Nur Widia
    ajax-loader
    - +
    +2
    Alam memiliki energi tak langsung yang merasuki pikiran.
    Sumber: Rinjani: Pada Suatu Hari yang Malas
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Risda Nur Widia yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 85 ditemukan