Kata-kata Bijak: Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Lahir: 1925-2006

  • Pramoedya Ananta Toer
  • Kehidupan lebih nyata daripada pendapat siapa pun tentang kenyataan.
  • Saya selalu percaya dan ini lebih merupakan sesuatu yang mistis, bahwa hari esok akan lebih baik dari hari sekarang.
  • Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali.
  • Tak ada satu hal pun tanpa bayang-bayang, kecuali terang itu sendiri.
  • Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian.
+3

Kata-kata Bijak 71 s/d 80 dari 440.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +42
    Manusia yang wajar mesti punya sahabat, persahabatan tanpa pamrih. Tanpa sahabat hidup akan terlalu sunyi.
    Sumber: Bumi Manusia
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +40
    Kowé kira, kalo sudah pake pakean Eropa, bersama orang Eropa, bisa sedikit bicara Belanda lantas jadi Eropa? Tetap monyet!
    Sumber: Anak semua bangsa
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +40
    Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya .
    Sumber: Bumi Manusia (1980) , h. 409
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +39
    Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut.
    Sumber: Rumah Kaca (1988) h. 460
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +39
    Kadang-kadang memang terasa olehnya bahwa heroisme dan patriotisme wanita di jaman revolusi ini terletak pada kepalangmerahan saja! Tapi ia tak akan meninggalkan kejujurannya. Ia cintai kejujurannya. Dan ia yakin melalui kejujurannya ia pun dapat berbakti kepada revolusi. Ia merasa dirinya pejuang, berjuang dengan caranya sendiri.
    Sumber: Larasati
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +38
    Alam dan manusia telah membikinnya tidak brdaya dalam umur yang baru setengah abad. Sejak meninggalkan kampung halaman dan keluarga ia hanya mengenal penderitaan, tindasan, dan aniaya. Kami hanya dapat menangis dalam hati. Dan itupun tidak berguna. Orang-orang Jepang yang telah menindasnya sampai ia jadi begitu sekarang mungkin hidup senang di tengah keluargaya. Ya, sejak 1950, mungkin sudah sejak 1945.
    Sumber: Perawan Dalam Cengkeraman Militer
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +38
    Dan doa-doa itu, apa artinya dia kalau bukan gerakan dari minus ke plus? Tahu kau apa artinya doa? Permohonan pada Tuhan, gerakan dari yang paling minus pada yang paling plus.
    Sumber: Jejak Langkah (1985)
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +38
    Kekuatan yang kita miliki mungkinlah tidak sebanding dengan ketidakadilan yang ada, tapi satu hal yang pasti: Tuhan tahu bahwa kita telah berusaha melawannya.
    Sumber: Anak semua bangsa
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +37
    Di dunia ini tak ada sesuatu kegirangan yang lebih besar daripada kegirangan seorang bapak yang mendapatkan anaknya kembali.
    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +37
    Seorang pelayan wanita menghidangkan susu coklat dan kue. Dan pelayan itu tidak datang merangkak-rangkak seperti pada majikan Pribumi. Malah dia melihat padaku seperti menyatakan keheranan. Tak mungkin yang demikian terjadi pada majikan Pribumi: dia harus menunduk, menunduk terus. Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain.
    Sumber: Bumi Manusia
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Pramoedya Ananta Toer yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 440 ditemukan (halaman 8)

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia