Kata-kata Bijak: Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Lahir: 1925-2006

  • Pramoedya Ananta Toer
  • Kehidupan lebih nyata daripada pendapat siapa pun tentang kenyataan.
  • Saya selalu percaya dan ini lebih merupakan sesuatu yang mistis, bahwa hari esok akan lebih baik dari hari sekarang.
  • Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali.
  • Tak ada satu hal pun tanpa bayang-bayang, kecuali terang itu sendiri.
  • Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian.
+3

Kata-kata Bijak 31 s/d 40 dari 440.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +110
    Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +109
    bila akar dan batang sudah cukup kuat dan dewasa, dia akan dikuatkan oleh taufan dan badai.
    Sumber: Raden Tomo 277
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +106
    Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?
    Sumber: Jean Marais 59
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +104
    Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi.
    Sumber: Gadis Pantai
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +103
    Betapa sederhana hidup ini sesungguhnya yang pelik cuma liku dan tafsirannya.
    Sumber: Rumah Kaca (1988)
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +89
    Persahabatan lebih kuat dari pada panasnya permusuhan.
    Sumber: Minke 46
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +87
    [...] soalnya memang kertas-kertas yang lebih bisa dipercaya. Lebih bisa dipercaya daripada mulut penulisnya sendiri.
    Sumber: Rumah kaca 92
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +84
    Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia.
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +79
    Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas.
    Sumber: Bumi Manusia (1980) , h. 138
  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +73
    Ibu bapak tani—ibu bapak tanah air—akan meratapi putera-puterinya yang terkubur dalam udara terbuka di atas rumput hijau, di bawah naungan langit biru di mana awan putih berarak dan angin bersuling di rumpun bambu. Kemudian tinggallah tulang belulang putih yang bercerita pada musafir lalu, “ Di sini pernah terjadi pertempuran. Dan aku mati di sini.
    Sumber: Percikan Revolusi Subuh
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Pramoedya Ananta Toer yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 440 ditemukan (halaman 4)

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia