Kata-kata Bijak dari Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup: 1925 - 2006

Kategori: Politics | Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Lahir: 6 Februari 1925 Meninggal: 29 April 2006

Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 437.

  • Saya selalu percaya dan ini lebih merupakan sesuatu yang mistis, bahwa hari esok akan lebih baik dari hari sekarang.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +209
  • Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +193
  • Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +193
  • Yang harus malu itu mereka karena mereka takut untuk bekerja. Kau kan kerja. kau tidak boleh malu. Mereka yang harus malu, Tidak berani kerja. Semua orang bekerja, itu adalah mulia. Yang tidak bekerja tidak punya kemuliaan.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +185
  • Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +180
  • Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +179
  • Dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +175
  • Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +171
  • Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.
    Jawa Pos Nama Saya Tidak Pernah Kotor, 18 April 1999
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +169
  • Dan dengan tidak terasa umur manusia pun lenyap sedetik demi sedetik ditelan siang dan malam. Tapi masalah-masalah manusia tetap muda seperti waktu, Di mana pun juga dia menyerbu ke dalam kepala dan dada manusia, kadang-kadang ia pergi lagi dan di tinggalkannya kepala dan dada itu kosong seperti langit.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +164
  • Bila akar dan batang sudah cukup kuat dan dewasa, dia akan dikuatkan oleh taufan dan badai.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +158
  • Sekarang, kepalaku membayangkan kuburan, tempat manusia yang terakhir. Tapi kadang-kadang manusia tak mendapat tempat dalam kandungan bumi. Ya, kadang-kadang. Pelaut, prajurit di zaman perang, sering mereka tak mendapat tempat tinggal terakhir. Dalam kepalaku membayangkan, kalau ayah yang tak mendapatkan tempat itu.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +150
  • Betapa sederhana hidup ini sesungguhnya yang pelik cuma liku dan tafsirannya.
    Rumah Kaca (1988)
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +148
  • Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +140
  • Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +136
  • Persahabatan lebih kuat dari pada panasnya permusuhan.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +116
  • Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +103
  • Memang berita mutasi tidak pernah menarik perhatianku; pengangkatan, pemecatan, perpindahan, pensiunan. Tak ada urusan! Kepriyayian bukan duniaku. Peduli apa iblis diangkat jadi mantri cacar atau diberhentikan tanpa hormat karena kecurangan? Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +101
  • Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas.
    Bumi Manusia (1980)
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +101
  • [...] soalnya memang kertas-kertas yang lebih bisa dipercaya. Lebih bisa dipercaya daripada mulut penulisnya sendiri.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +101
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Pramoedya Ananta Toer akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)