Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 227.
-
Bukankah tugas seorang guru itu mendidik, mengarahkan, juga membimbing para siswa? Bukan malah membentak-bentak di depan kelas dan menghukum kalau mereka tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik?
― Netty Virgiantini -
Zaman memang sudah edan. Sudah tua. Sudah mau kiamat. Orang selingkuh sudah nggak dianggap dosa.
― Netty Virgiantini -
Berani mengakui kesalahan sekaligus berani meminta maaf, itulah jiwa seorang pendekar sejati.
― Netty Virgiantini -
Perjodohan kayak gini udah nggak laku lagi sekarang. Ini zamannya Siti Nurhaliza, bukan Siti Nurbaya.
― Netty Virgiantini -
Adakah yang lebih pahit dari cinta bertepuk sebelah tangan?
― Netty Virgiantini -
Apakah menanyakan kabar sebagai basa-basi sudah lumrah untuk membuka pembicaraan?
― Netty Virgiantini -
Istri hamil minta dibeliin makanan saja sudah mengeluh. Laki-laki selalu ingin menang sendiri.
― Netty Virgiantini -
Hari gini, masih ada cowok pakai minyak rambut sampai klimis?!? Nggak salah tuh?!
― Netty Virgiantini -
Kita ini masih muda. Masih pacaran. Putus nyambung itu hal biasa. Jangan terlalu serius! Kita masih bisa memilih mana yang terbaik sebelum menikah nanti. Sebelum janur kuning melengkung dan ijab kabul terucap di depan petugas KUA, kita masih bebas memilih.
― Netty Virgiantini -
Mau jadi apa bangsa ini kalo aparat desa seperti bapak nggak produktif dalam bekerja.
― Netty Virgiantini -
Anak-anak itu lupa kalau dulu kita yang mengandung selama sembilan bulan sepuluh hari. Melahirkan dengan perjuangan yang sangat berat dan bertaruh nyawa. Merawat dan menyayangi dengan setulus hati. Membesarkan dan menyekolahkan dengan sepenuh jiwa dan raga.
― Netty Virgiantini -
Biar ketawa kayak kuntilanak dan pasang muka setan begitu, kamu nggak ada seram-seramnya.
― Netty Virgiantini -
Kecemasan ternyata cukup ampuh membunuh nafsu makan, keinginan bersosialisasi, juga keinginan bertemu pacar atau gebetan dari kelas lain.
― Netty Virgiantini -
Selama ini aku merasa terlalu menutup hatiku, seharusnya aku menyadari. Jika ayah patut bahagia. Bahwa bunda sudah pergi – bunda takkan pernah tergantikan posisinya, tapi Tante Ajeng layak mendapatkan kesempatan. Selama ini Tante Ajeng selalu baik padaku meski aku selalu memperlakukannya semena-mena. Semestinya aku tahu, ia tak pernah mencoba menjadi bunda, ia hanya menunjukkan betapa ia menyayangiku seperti ia sayang pada ayah. Aku adalah bagian tak terpisahkan dari ayah, ia tak mungkin hanya mencintai ayahku saja. Tante Ajeng bilang tak mungkin mencintai dengan setengah-setengah, cinta adalah totalitas.
― Netty Virgiantini -
Kadang, cinta memang menggoreskan luka. Orang-orang yang punya sifat pelit termasuk golongan yang pantas dikasihani dan disantuni.
― Netty Virgiantini -
Menikah bolak-balik kayak ganti naik angkot saja. Dunia memang sudah tua, mungkin sebentar lagi terompet sangkakala akan ditiup oleh malaikat sebagai tanda kiamat.
― Netty Virgiantini -
Menikah bukan hanya perkara dua orang saling suka terus langsung pergi ke penghulu untuk mengucap janji pernikahan. Tanggung jawabnya terlalu berat. Mengikat. Sekaligus menjerat.
― Netty Virgiantini -
Pernahkah kamu mendengar bahwa harapan itu berteman baik dengan kekecewaan? Kalau nggak ingin kecewa, jangan pernah berharap apa-apa.
― Netty Virgiantini -
Ada yang salah kalau jadi orang ndeso, ndesit, ataupun kampungan?
― Netty Virgiantini -
Aku memang bersalah. Kalau ini cara Yama untuk membalas sakit hatinya, aku akan menerima dengan lapang dada. Mungkin ini karma terakhir yang harus kuterima.
― Netty Virgiantini
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Netty Virgiantini akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.