Moammar Emka

Penulis dari Indonesia

Lahir: 1974-

Kata-kata Bijak: Moammar Emka

Kata-kata Bijak 51 s/d 60 dari 132.

Semua kata-kata bijak, kata mutiara dan kutipan Moammar Emka selalu di JagoKata.Com: 132 ditemukan (halaman 6)

Tentang Moammar Emka

Moammmar Emka, dikenal sebagai seorang penulis  yang lahir di Tuban, Jawa Timur, pada 13 Februari 1974. Karya monumentalnya berjudul Jakarta Undercover, yang menceritakan sisi gelap kehidupan seks 'liar' yang ada di kota Jakarta yang kemudian diangkat kedalam cerita film layar lebar.
Buku berjudul Jakarta Undercover, menjadi buku terlarisnya dan telah dicetak ulang sebanyak 35 kali. Selain itu juga dilakukan gubahan dalam bentuk bahasa Inggris dan di pasarkan di kota-kota besar Asia, yang juga telah dilakukan cetak ulang.
Buku karya Emka yang lain adalah In Bed with Models, yang dirilis akhir Juli 2006 lalu, juga telah mengalami cetak ulang. Buku ini berkisah tentang lika-liku sisi gelap para selebriti Indonesia dalam mencari 'pendapatan tambahan' dengan 'menceburkan diri' dalam transaksi seks kelas atas.
Dalam menulis buku, Emka mengaku melakukan investigasi mendalam bertahun-tahun dengan berbagai metode, termasuk dengan pendekatan personal, clubbing, nongkrong bareng, curhat sampai mewawancarai sejumlah lelaki berduit yang pernah berkencan dengan para artis.
Emka kembali meluncurkan buku terbarunya. 24 Maret 2009 yang berjudul Tumpang Tindih. Di buku terbarunya ini, Emka memaparkan isu yang lebih global dalam urusan esek–esek dengan wilayah lebih luas tidak sekedar di Jakarta, tapi juga kota besar lain serta beberapa negara. Dalam kurun 15 tahun Emka telah merilis sebanyak 30 buku, Selain menjadi penulis, Emka juga menjadi kontributor lepas di sejumlah media cetak dan nara sumber di sejumlah program televisi.

  • aku-mencintaimu-dengan-sadar-dan-akan-terus-mencintaimu-dengan-sabar
  • bertahan-melawan-logika-aku-masih-mampu-setengah-gila-mengingkari-perasaanku
  • bermalammalam-aku-mencarimu-di-antara-potongan-mimpi-yang-menyergap-gelisah
  • percuma-bergeming-pun-tidak-lelahku-kini-melampaui-batas-logika-tapi-tetap
  • yang-tersisa-mungkin-hanya-rindu-yang-mengulum-waras-logika-ada-padamu
  • karena-kata-hanya-perantara-tak-bisa-seutuhnya-biarkan-rasa-yang-bicara