Kata-kata Bijak 101 s/d 120 dari 132.
-
Dulu, ada satu keajaiban yang membangunkanku dari ruang hampa, dan itu kamu. Dan aku pecaya, akan ada keajaiban kedua. Siapa lagi kalau bukan kamu lagi.
― Moammar Emka -
Jangan buru buru - buru pergi, pagi. Mimpip dan kenyataan masih ingin bertemu. Disaksikan Matahari.
― Moammar Emka -
Kau adalah kata tunggal. Di lipatan hatimu, rindu kubakukan. Tercetak dengan huruf tebal.
― Moammar Emka -
Ketika memikirkan orang yang pernah kamu cintai, ingatlah dia dengan tersenyum untuk berterima kasih. Karena dialah, kamu lebih mengerti tentang kasih.
― Moammar Emka -
Sungguh berarti bisa mencintaimu, karena kamulah arti dari setiap bahagiaku yang terendap dan dari setiap sedihku yang terisak.
― Moammar Emka -
Berdiam juga pilihan. Memberi ruang pada nalar untuk bercinta; mencari jawaban. Semoga tenang menjelang, kemudian.
― Moammar Emka -
Boleh aku tenggok hatimu sekali lagi? Bila kau izinkan, kuingin menjumput bahagia meski hanya satu debu.
― Moammar Emka -
Kesalahan yang tak disertai permintaan maap yang tulus akan menjadi "kesalahan di atas kesalahan".
― Moammar Emka -
Meratapi kesedihan, itu seharusnya. Bangkit dari keterpurukan, itu usaha luar biasa, lirih pikiranku, menguatkan hati.
― Moammar Emka -
Mimpi-mimpi ini semakin melekatkan ceritamu. Terjaga demi sepasir damba, kuingin kamu ada seketika meskipun kita dicekat keterpisahan yang membisu.
― Moammar Emka -
Rinduku rasanya tawar. Sesendok gula dari tanganmu cukup untuk memeniskannya.
― Moammar Emka -
Bersama melipat hati. Itu yang kita pilih untuk menyudahi penyatuan. dan genggaman kita pun terlepas di batas perpisahan.
― Moammar Emka -
Cinta? Tanpa definisi. Yang biasa dan bisa kita lakukan adalah menekspreikannya. Kasihan cinta kalau harus diartikan ini-itu. Cinta menjadi terisolasi, dan masuk ke dalam kotak!
― Moammar Emka -
Kalau jatuh cinta itu antibiotik, aku akan menghabiskannya, untukmu. rela dan mampu, demimu.
― Moammar Emka -
Menjadilah berarti. Bila salah, tak perlu mati - matian membela diri. Cinta itu selalu memaafkan, kok.
― Moammar Emka -
Mohon antre! Jodoh sedang memperhatikan dan seterusnya, menimbang dan seterusnya... Memutuskan dan seterusnya. Semoga kamu, pilihannya.
― Moammar Emka
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Moammar Emka akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 6)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.