Kata-kata Bijak dari Irene Dyah

Irene Dyah

Irene Dyah

Penulis dari Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Kata-kata Bijak 61 s/d 80 dari 236.

  • Bukankah semua wanita memang dilahirkan untuk berbakat pelik? Mereka adalah mahluk yang suka sekali membesarkan hal-hal kecil, membuat rumit sesuatu yang sederhana. Sulit ditebak, seperti arah terbang seekor kecoak atau arah belok sebuah bajaj.
    Irene Dyah
    - +
    +4
  • Entahlah, aku nggak tahu bagaimana, pelan-pelan seperti tertarik begitu saja pada pria ini. Dia sangat laki-laki, tapi sekaligus peka dan halus. Kadang bisa bandel dan membuatku kesal karena keisengannya, tapi juga sangat penuh perhatian. Entah apa yang membuat aku jatuh hati.
    Irene Dyah
    - +
    +4
  • Kamu harus jujur dengan dirimu sendiri, Nabila. Suami adalah pria yang akan bersamamu 24 jam sehari, 365 hari dalam setahun, dan terus selama berpuluh-puluh tahun. Tidak bisa seperti pacaran yang bisa stop-pause-play kalau kepepet. Pasangan menikah tidak bisa ditukar dan diganti semudah baju baru yang ternyata tidak kamu sukai.
    Irene Dyah
    - +
    +4
  • Lakukan semua dengan kemantapan dan niat baik, maka segalanya akan lebih mudah. Mengalir ke arah mana pun akhir ceritanya, jatuh atau bangun, tetap akan lebih mudah.
    Irene Dyah
    - +
    +4
  • Memang kamu selalu memilih jalan bungkam dan pasrah, sekalipun yang kaudapatkan tidak sesuai keinginan?
    Irene Dyah
    - +
    +4
  • Sayang itu harus diperjuangkan ya. Kalau begitu, beri aku kesempatan untuk memperjuangkan sayangmu.
    Irene Dyah
    - +
    +4
  • Suami adalah pria yang akan bersamamu 24 jam sehari, 365 sehari dalam setahun, dan terus selama berpuluh-puluh tahun.
    Irene Dyah
    - +
    +4
  • Suami tidak seperti pacaran yang bisa stop-pause-play kalau kepepet.
    Irene Dyah
    - +
    +4
  • Ada apa dengan para pria di kota Jakarta?
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Ada pria yang mencium bukan karena perasaan mendalam. Bahkan bisa jadi hanya karena terpengaruh suasana, atau, ya… just because of the oppportunity.
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Bagaimana jika kau terbang melintasi benua demi seorang pria yang (sepertinya) kau sukai, namun ternyata kau temukan dia sudah bersama orang lain?
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Cari apa to, kamu? Kok harus ngeyel kerja? Gaji suami ndak cukup, po? Sudah jadi istri orang mapan, mbok ya sudah, jangan neko-neko.
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Jangan meminta terlalu banyak. Sayang-sayang itu harus diperjuangkan. Bukan hal yang bisa diminta sewaktu-waktu seperti baju obralan yang tak laku.
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Kalau seorang wanita menatap wanita lain dengan penuh nafsu seperti itu, dunia akan memaafkannya. Tetapi kalau saya melakukan hal yang sama pada pria bertopi merah di bangku itu, pasti kamu akan menuduhku gay.
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Kan perempuan itu seperti monyet, tidak akan melepaskan dahan yang dipegangnya sebelum menemukan dahan yang lain.
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Orang sedih, orang mau cerai, dan orang stress pun semua harus makan.
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Pikirkan baik-baik, Nabila. Pikir lagi baik-baik. Dengar, aku tidak membela siapa pun. Bagas atau Bayu, yang mana pun aku tak peduli. Semua ada resikonya. Masalahnya adalah sekarang kamu ragu-ragu. Dan orang yang ragu-ragu tidak akan berpikir jernih. Jadi lebih kamu mundur dulu. Atur lagi dari awal, jangan terburu-buru!
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Sudahlah, tidak perlu repot-repot membela diri.
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Tapi sudah sejauh ini, Nada. Mestinya kamu harus lebih berani melakukan hal-hal baru, merasakan cita rasa baru, mengunjungi tempat baru.
    Irene Dyah
    - +
    +3
  • Apa itu cinta? Cinta itu cuma cara manusia untuk menyimbolkan nafsunya dengan sesuatu yang terlihat lebih indah.
    Irene Dyah
    - +
    +2
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Irene Dyah akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 4)