Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 236.
-
I Love Rain. Hujan selalu membuatku nyaman. Aku menunggu-nunggu dia datang, menyukai aromanya, suaranya, juga suasana yang dihadirkannya. Bahkan setelah dia pergi,selalu ada kesegaran pekat yang dia tinggalkan.
― Irene Dyah -
Jangan kamu melepaskan gunung permata di tanganmu hanya karena ingin memungut satu batu kecil yang tercecer.
― Irene Dyah -
Masjid Camii di tengah kota Tokyo yang menakjubkan dengan arsitektur megah dan cantik ala Turki. Kubah masjid yang jauh tinggi itu begitu memesona karena sarat dihiasi kaligrafi dan ornamen dekoratif bernuansa islami.
― Irene Dyah -
Kalau caramu berteman adalah dengan menghamburkan kata-kata manis penuh rayuan, dan menghujaninya dengan perhatian yang memabukkan, sebaiknya kamu berteman dengan wanita lain yang masih lajang.
― Irene Dyah -
Lalu, jawaban seperti apa yang kamu butuhkan? Kalau mobilku ternyata murahan, apa reaksimu? Mengasihani? Kalau mobilku ternyata kendaraan premium, kamu bahagia? Atau minder?
― Irene Dyah -
Itu bukan hak kita untuk menghakimi. Bila Allah saja bisa menerima taubat dari dosa-dosa besar, apakah manusia ciptaan-Nya punya pilihan untuk angkuh?
― Irene Dyah -
Walaupun atas nama cinta. Aku tidak pernah merasa berhak bahagia di atas kesedihan orang lain. Sekali lagi, itu culas.
― Irene Dyah -
Barangkali karena memang seperti itulah ingatan manusia bekerja. Otak kita tidak bisa menyimpan semuanya dalam tabungan ingatan jangka panjang. Kita hanya menyimpan potongan-potongan kisah yang berkesan, yang emosional, yang kita pilih secara tidak sadar.
― Irene Dyah -
Cinta memang buta. Kalau tidak buta, itu namanya matematika, yang bisa dihitung, dikurangi, ditambah, dikalikan, dibagi, dan hasilnya pasti.
― Irene Dyah -
Jangan sok jual mahal. Jelas-jelas di wajahmu tertulis Tolong nikahi aku!
― Irene Dyah -
Kenapa wanita mudah jatuh cinta kepada pria tipikal bad boy? Karena mereka liar, sulit dijinakkan, maka wanita justru tertantang.
― Irene Dyah -
Orang bilang jatuh, cuma ada dua kemungkinan. Menjadi peka, atau menjadi sangat bebal kuadrat.
― Irene Dyah -
Salju di puncak Fuji-san itu seperti perasaan dua manusia yang merasa cocok, kemudian memutuskan membina rumah tangga bersama. Barangkali perasaan itu bisa hilang, menyurut, tak tampak dari luar seperti salju puncak Gunung Fuji pada musim panas. Tapi sebetulnya dia tetap ada di sana. Dan, perlu ada musim dingin untuk selalu menambah volume perasaan itu, mengembalikan eksistensinya agar selamanya tetap bertahan. Walaupun mengalami musim panas berulang-ulang.
― Irene Dyah -
Terlalu mencintai juga akan melahirkan luka terlalu dalam bila kamu kecewa.
― Irene Dyah -
Tidak ada yang abadi di dunia ini. Kecuali nama toko kelontong atau bus antarkota.
― Irene Dyah -
Tuhan membuat manusia dengan sangat istimewa. Kita sebetulnya memiliki kemampuan untuk menjaga dan menyembuhkan diri sendiri. Fisik dan mental. Kamu tahu itu? Kita selalu bisa pulih, Nabila. Asalkan kita mau. Juga percaya.
― Irene Dyah -
Lebih baik ribut lalu semua selesai, daripada diam menyimpan masalah.
― Irene Dyah -
Berdandanlah bila kamu hendak ke bandara. Mana tahu akan bertemu pria mapan, bukan buron, dan pastinya memiliki paspor.
― Irene Dyah -
Bila sepasang perempuan dan laki-laki yang bukan suami istri berdua-duaan saja, mahluk ketiga yang hadir adalah setan. Apabila bila berdua-duanya dalam ruang tertutup, makin banyak setan yang berpesta. Tidak sekedar mahluk ketiga, melainkan juga keempat, kelima dan seterusnya.
― Irene Dyah
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Irene Dyah akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.