Kata-kata Bijak 1 s/d 7 dari 7.
-
Datanglah mas, sejarah memantulkan seni.
Bunga rampai pemberontakan pada tirani misteri. Bahwa Yang-Absolut hanya kulit ari akal-budi. Mahakarya sang-Subyek di tengah gelutan ironi. -
Bu, aku lebih suka berjalan, berlari. Tersandung, terjatuh dan terluka. Daripada menghabiskan kaki. Dalam gendong hangatmu. Dan nina bobokmu yang melelapkan
-
Luka derita adalah sepetak tanah yang Tuhan berikan bersama waktu. Seolah pupuk untuk menanam bibit dalam hati kalian bernama ketabahan. Memunguti pengalaman membatangkan kekuatan, dan mungkin saja membuahkan kemungkinan terang dan tenang, di masa yang akan datang.
-
Kalian tak pernah tahu bagaimana tiba-tiba perut menjadi otak, menggerakkan sekujur keinginan. Mengubah mata menjadi sebilah kebuasan, menyerupakan kota menjadi belantara yang lebih rimba.
-
Mungkin rinduku tak punya maksud apa-apa. Selain rindu itu sendiri. Yang bergerak kesana-kemari. Menari bebas berlarian.
-
Berjalan sepanjang jalan. Aku masih muda. Tanpa arah. Aku yang menginginkannya. Aku ingin tersesat.
-
Mengerami masa lalu. Bersama detak-detak jam dinding. Yang tiba-tiba malas bekerja.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Halim Bahriz akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
