Kata-kata Bijak: dari Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib

Seorang seniman, budayawan, penyair, serta intelektual asal Indonesia.

Lahir: 1953-

  • Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tak bisa dibawa mati.
  • Kebanyakan manusia berjuang mengada-adakan dirinya. Menonjol-nonjolkan dirinya, bahkan untuk itu mereka meniadakan mahluk selainnya. Sampai tega meniadakan Tuhannya, itulah kematian.
  • Ada yang bilang negeri ini "Negeri Selembar Kertas", masyarakat kita "Masyarakat Selembar Ijazah".
  • Manusia jangan menunggu hancur dulu baru insaf.
  • Menyepi itu penting, supaya kamu benar-benar bisa mendengar apa yang menjadi isi dari keramaian.
  • Surga itu gak penting, fokuskan dirimu hanya pada Tuhan.
+3

Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 76.

  • Politik diciptakan dan dimanifestasikan berdasarkan filosofi dan tujuan untuk menyediakan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi manusia, tapi yang terjadi adalah sama sekali kebalikannya.
    Sumber: Markesot Bertutur
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +112
  • Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini adalah perlombaan dalam kebaikan. Bukan perlombaan keunggulan satu sama lain.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +105
  • Kepandaian adalah kelicikan yang menyamar, Kebodohan adalah kebaikan yang bernasib buruk.
    Sumber: OPLeS: Opini Plesetan
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +99
  • Dakwah yang utama bukan berupa kata-kata. Melainkan dari perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +96
  • Anak-anak muda tak bisa hanya menggantungkan diri akan jadi pegawai negeri, pembengkakan populasi penduduk akan makin berbanding terbalik dengan penyediaan lapangan kerja, jadi yang akan tegak hidupnya adalah orang-orang yang bermental wiraswasta, yang tidak priyayi, yang ulet dan bersedia bekerja keras.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +95
  • Yang lebih kalian cari bukanlah kebaikan melainkan kekayaan, yang lebih kalian buru bukanlah keluhuran melainkan kenyamanan, dan pada posisi seperti itu kalian selalu merasa lebih tinggi derajat dibanding orang kecil.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +90
  • Sunnah Rasul yang paling mendasar adalah Akhlaknya bukan kostumnya. Orang yang disukai Tuhan adalah orang yang menyebut dirinya buruk, biso rumongso, nggak rumongso biso.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +83
  • Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah?
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +79
  • Kematian terkadang merupakan kritik terhadap kehidupan.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +79
  • Rakyat adalah juragan kita bersama. Kalau pagi kita siapkan air hangat untuk membasuh kakinya dan jika malam kita bernyanyi untuk menentramkan tidurnya.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +77
  • Coba hitunglah kehidupan di sekitarmu, hitung pula dirimu sendiri, temukan kemuliaan di sekitarmu. Belajarlah membedakan mana kemuliaan dan mana kehinaan, amatilah mana orang yang luhur dan mana yang hina, mana yang derajatnya tinggi dan mana yang rendah. Pakailah mata Allah sebagai ukuran.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +75
  • Peraturan dan undang-undang tidak selalu sama dengan keadilan, ia bahkan bisa saja bertentangan dengan prinsip keadilan.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +75
  • Orangtua kita mengajarkan suatu nilai yang membedakan dua jenis anak, yang patuh tanpa reserve, yang pejah gesang nderek (hidup-mati ikut), disebut "anak baik-baik", sedangkan yang mencoba rasional, memilih otoritasnya, meskipun itu justru sejalan dengan "lorong keadilan" disebut "anak nakal".
    Sumber: Markesot Bertutur
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +74
  • Anda tak bisa menghakimi ekspresi seseorang hanya dengan melihat bunyi kata-katanya, melainkan Anda harus perhatikan nadanya, nuansanya, letak masalahnya.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +64
  • Ada yang bilang negeri ini "Negeri Selembar Kertas", masyarakat kita "Masyarakat Selembar Ijazah".
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +63
  • Bahwa kemenangan yg benar-benar kemenangan tidaklah terjadi pada seseorang atas orang lain, melainkan atas dirinya sendiri.
    Sumber: OPLeS: Opini Plesetan 49
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +51
  • Apakah akhlak itu untuk dipamerkan kepada orang lain (melalui pakaian)? Tidak boleh kan? Maka semampu-mampu saya, berpakaian seperti ini untuk mengurangi potensi 'penipuan' saya kepada Anda.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +50
  • Orang yang diragukan keihklasannya adalah orang menyebut dirinya baik. Semua nabi mengaku dirinya dzolim: "Inni Kuntu Minadzolimin" (aku termasuk orang yang dzolim). Nggak ada nabi yang mengaku dirinya sholeh.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +49
  • Dalam pengadilan di Indonesia, kadang kita harus memilih alternatif yang terbaik di antara yang terkutuk, dengan menyisakan sedikit harapan bahwa hati nurani manusia tidak semuanya terdiri atas buku.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +48
  • Kalau kita jadi negara industri tidak berarti bahwa segalanya akan beres, tak berarti kita akan terbebas dari kemiskinan, kebodohan atau kekejaman kekuasaan. Industri hanyalah sebuah cara di antara kemungkinan cara-cara lain yang dianggap bisa membantu menyejahterakan masyarakat.
    ― Emha Ainun Nadjib
    - +
    +47
Kata-kata Emha Ainun Nadjib - quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Emha Ainun Nadjib yang terbaik dan terkenal: 76 ditemukan (halaman 3)

Tentang Emha Ainun Nadjib

Nama lengkapnya adalah Muhammad Ainun Nadjib dikenal pula dengan nama Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Lahir di Jombang, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 27 Mei 1953.

Cak Nun belajar sastra pada guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius, dengan merantau di Malioboro, Yogyakarta antara tahun 1970-1975.

Ia pun gemar menekuni beberapa pementasan teater yang berhasil digelarnya. Cak Nun juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, AS (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).

Kata kunci dari kata bijak ini:

  1. dimanifestasikan
  2. menyejahterakan
  3. sampah-sampah
  4. undang-undang
  5. semampu-mampu
  6. keihklasannya

Tokoh yang sama