Chairil Anwar
Penyair terkemuka dari Indonesia
Hidup: 1922 - 1949
Kategori: Penyair (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 26 Juli 1922 Meninggal: 28 April 1949
Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 55.
-
Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak.― Chairil Anwar -
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”― Chairil Anwar -
Dia bertanya jam berapa? Sudah larut sekali Hilang tenggelam segala makna Dan gerak tak punya arti.
― Chairil Anwar -
Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.― Chairil Anwar -
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
― Chairil Anwar -
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!― Chairil Anwar -
Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan.― Chairil Anwar -
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam― Chairil Anwar -
Layar merah berkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!― Chairil Anwar -
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.― Chairil Anwar -
Sampai di puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti
Sepi― Chairil Anwar -
Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa― Chairil Anwar
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Chairil Anwar akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)