Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 78.
-
Ia harus berjalan sendirian. Ia harus bisa berdiri di atas kakinya. Ia harus kuat.
― Alvi Syahrin -
Ini cinta, sesuatu yang harus kau perjuangkan, dan kau tidak bisa menyerah begitu saja menerima kenyataan yang ada.
― Alvi Syahrin -
Tiba-tiba ia teringat bagaimana rasanya jatuh cinta. Jatuh cinta kali kedua untuk orang yang sama.
― Alvi Syahrin -
Mengapa kenangan hanya dapat diputar ulang di dalam kepala? Mengapa kita tidak bisa memindahkan masa lalu ke masa kini, lalu menjalaninya, mengulang kisah yang sama?
― Alvi Syahrin -
Percayalah, tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Sia-sia adalah ketika kau tidak mencoba apa yang harus kau lakukan.
― Alvi Syahrin -
Untukmu. Sebagai kenangan. Dan jika kamu bersedih, ingat-ingatlah bahwa kamu pernah bahagia.
― Alvi Syahrin -
Aku benar-benar minta maaf. Aku sudah terlalu banyak salah padamu. Ingat kan, kita pernah jadi sahabat?
― Alvi Syahrin -
Aku menyayangimu dan aku tidak akan pernah membencimu. Dan, selagi kau berdoa untukku, aku tidak akan pernah kecewa dengan semua ini.
― Alvi Syahrin -
Dan, mereka berdua tertawa..., tetapi sebenarnya mereka menangis.
― Alvi Syahrin -
Ia butuh seseorang yang membuatnya benar-benar nyaman. Tanpa perlu suasana romantis, tanpa perlu sentuhan, hanya cukup mereka berdua saja.
― Alvi Syahrin -
Wajar jika ia kecewa. Tetapi, kali ini, ia harus menelan kekecewaannya. Ia ingin membahagiakan orang yang disayanginya sekali lagi meskipun itu mungkin akan melukainya.
― Alvi Syahrin -
Aku tidak mau dengar lagi. Aku membencimu. Kita selesai dan aku tidak perlu berterima kasih atas apa yang kau pernah lakukan kepadaku.
― Alvi Syahrin -
Ia adalah laki-laki pertama yang membuatnya nyaman, banyak tertawa, keluar dari zona nyamannya. Dan, kau selalu tahu, kan, cinta pertama adalah saat kita berharap terlalu banyak, menanti terlalu lama, cemas terlalu sering, menginginkan happy ending yang terkadang tidak mungkin?
― Alvi Syahrin -
Ia ingin tertawa lepas. Ia ingin dijadikan objek candaan. Ia ingin tak ada kekauan di antara mereka.
― Alvi Syahrin -
Tetapi, keceriaan itu sama sekali tidak dapat membantunya di saat-saat sedih seperti ini. Kali ini, ia menyerah. Ia tak bisa lagi menyembunyikan setitik air mata di sudut matanya. Mungkin ia memang harus menangis.
― Alvi Syahrin -
Aku melakukan segala cara untuk melupakannya. Aku memilih Dylan. Aku tidak lagi mendatangi spot favorit kami. Aku menghapus semua kontaknya.
― Alvi Syahrin
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Alvi Syahrin akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.