Kata-kata Bijak: Alberthiene Endah

Alberthiene Endah

Alberthiene Endah

Penulis dari Indonesia

Lahir: 1970-

  • Alberthiene Endah
  • Alberthiene Endah
  • Inilah susahnya menghadapi kaum hawa. Kau tak akan mendapat jawaban ketika kau membutuhkan jawaban. Dan, kau diajak berputar dalam perjalanan rumit ketika kau bahkan tak melihat sesuatu yang rumit.
  • Seorang ksatria tak boleh hanya mengandalkan informasi orang lain. Kau berjuanglah mencari tahu di mana rumahnya. Kalau kau benar kepincut kepadanya, jangan tunggu matahari tenggelam untuk berkenalan dengannya.
  • Setiap perempuan boleh angkuh memutuskan kepada siapa cinta dan kepercayaan hendak diberikan.
  • Jika perempuan tak cinta, sebesar apa pun usaha laki-laki, sulit untuk mendapatkan hatinya.
+3

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 31.

  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +49
    Emma adalah perjalanan keberanian. Dalam dirinya yang lembut dan sangat halus, ia seseorang yang kokoh. Aku bersamanya ketika ia terus-menerus melahirkan anak, takdir perempuan yang hidup dalam alam tiada KB. Aku bersamanya ketika kami berlayar selama ratusan hari untuk menginjak Tanah Suci ketika tubuhku belum lagi setinggi panggulnya. Jusuf adalah laki-laki yang dibesarkan dalam alam poligami. Hidupnya didampingi seorang ibu yang menapaki hari dengan batin terluka. Tapi Emma adalah perempuan indah yang perkasa. Setelah badai yang luar biasa, ia muncul lagi di tengah gelombang dan membalikkan keadaan. Kisah Emma adalah ajaran keberanian sepanjang masa.
    Sumber: Athirah 5
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +25
    Inilah susahnya menghadapi kaum hawa. Kau tak akan mendapat jawaban ketika kau membutuhkan jawaban. Dan, kau diajak berputar dalam perjalanan rumit ketika kau bahkan tak melihat sesuatu yang rumit.
    Sumber: Athirah 13
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +16
    Kau mungkin telah kehilangan ibumu. Dan, kau merasa ia telah benar-benar pergi. Kau tahu ia berada di suatu tempat yang kau yakini sebagai pelabuhan paling abadi. Kau mendoakannya setiap waktu, menaburkan kembang dengan jemari yang menyimpan rindu, lalu meninggalkan pemakaman dengan hati kehilangan. Lalu, kau menciptakan jarak, atau lebih tepatnya secara alamiah kau diarahkan untuk membuat jarak. Dan, ibumu tinggal menjadi kenangan.
    Sumber: Athirah 1
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +7
    Manusia bisa membuat perubahan-perubahan karena hidup menawarkan banyak kesempatan dan tantangan.
    Sumber: Ken dan Kaskus
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +6
    Seorang ksatria tak boleh hanya mengandalkan informasi orang lain. Kau berjuanglah mencari tahu di mana rumahnya. Kalau kau benar kepincut kepadanya, jangan tunggu matahari tenggelam untuk berkenalan dengannya.
    Sumber: Athirah 179
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +6
    Setiap perempuan boleh angkuh memutuskan kepada siapa cinta dan kepercayaan hendak diberikan.
    Sumber: Athirah 219
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +3
    Fleksibilitas dan intuisi kita akan memberi sinyal tentang apa yang harus kita perbuat.
    Sumber: Ken dan Kaskus
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +3
    Jalan menuju sukses adalah tantangan yang penuh dengan alternatif, kejutan, dan kreativitas.
    Sumber: Ken dan Kaskus
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +3
    Mengapa kita harus berpura-pura tak sedih? Mengapa kita tak berjuang saja merebut Bapak?
    Sumber: Athirah 73
  • Alberthiene Endah
    ajax-loader
    - +
    +3
    Perempuan itu jahat! Tega betul dia merebut Bapak. Aku benci!. Mengapa Emma tidak melawan? Apa salah dia, dan apa salah kita. MengapaBapak mau lari kepada perempuan itu?
    Sumber: Athirah 71
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari Alberthiene Endah yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 31 ditemukan

Tentang Alberthiene Endah

Rr. Alberthiene Endah Kusumawardhani Sutoyo atau lebih dikenal dengan nama Alberthiene Endah merupakan seorang penulis serta biografer dari Indonesia.

Ia lahir di Bandung, 16 September 1970 dan merupakan salah satu biografer yang terkenal di Indonesia.

Beberapa karya biografinya antara lain Seribu Satu KD (2003), Chrisye: Sebuah Memoar Musikal (2007), Titiek Puspa: A Legendary Diva (2008), The Last Word of Chrisye (2010), Joko Widodo - Menyentuh Jakarta (2012), Ken Dean Lawadinata - Ken & Kaskus (2013).