Ahmad Dahlan

Pahlawan Nasional Indonesia, wirausahawan dan pendiri Muhammadiyah

Lahir: 1868-1923

Kata-kata Bijak: Ahmad Dahlan

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 18.

Kata-kata dari Ahmad Dahlan yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 18 ditemukan

Tentang Ahmad Dahlan

K.H. Ahmad Dahlan yang mempunyai nama kecil Muhammad Darwisy lahir di Kauman, Yogyakarta, tahun 1869. Nama K.H. Ahmad Dahlan, ia peroleh dari para Kiai setelah ia selesai menunaikan ibadah haji. K.H. Ahmad Dahlan adalah anak keempat dari tujuh bersaudara, putra dari K.H. Abu Bakar bin Kiai Sulaiman dan Siti Aminah binti almarhum K.H. Ibrahim.
Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888 dan pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari.
K.H. Ahmad Dahlan adalah pendiri Persyarikatan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta pada tanggal 18 Nopember 1912 untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam.
K.H. Ahmad Dahlan bergabung sebagai anggota Boedi Oetomo yang merupakan organisasi kepemudaan pertama di Indonesia. Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961.

  • keislaman-bukan-hanya-allah-ada-di-dalam-jiwamu-tetapi-kehidupan-islam
  • jangan-suka-menempatkan-seseorang-pada-posisinya-tapi-tempatkanlah-diri
  • kebenaran-suatu-hal-tidaklah-ditentukan-oleh-berapa-banyaknya-orang-yang
  • kita-tidak-mewarisi-dosa-siapapun-dan-tidak-akan-ada-seorangpun-yang-akan
  • kasih-sayang-dan-toleransi-adalah-kartu-identitas-orang-islam