Kata-kata Bijak dari Ahmad Dahlan

Ahmad Dahlan

Ahmad Dahlan

Pahlawan Nasional Indonesia, wirausahawan dan pendiri Muhammadiyah

Hidup: 1868 - 1923

Kategori: Politics Negara: FlagIndonesia

Lahir: 1 augustus 1868 Meninggal: 23 Februari 1923

  • Jangan suka menempatkan seseorang pada posisinya, tapi tempatkanlah diri saudara terlebih dahulu pada posisi yang benar.
  • Kebenaran suatu hal tidaklah ditentukan oleh berapa banyaknya orang yang mempercayainya.
  • Kasih sayang dan toleransi adalah kartu identitas orang Islam.
  • Warisan terbesar seorang ayah adalah dapat membuat keluarganya sebagai teladan.
  • Orang Islam sejati adalah yang tetap berdiri pada tempat yang benar meskipun dunia dalam keadaan kacau.
  • Keislaman bukan hanya Allah ada di dalam jiwamu tetapi kehidupan Islam menjadi nyata melalui perilakumu.
  • Mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an itu bagaikan usaha seseorang pengemis yang berkata pada pengemis lain dimana dia bisa mendapatkan makanan.
  • Teladan yang baik adalah khotbah yang jitu.
  • Kita tidak mewarisi dosa siapapun dan tidak akan ada seorangpun yang akan mewarisi dosa-dosa kita.
+6

Kata-kata Bijak 1 s/d 18 dari 18.

  • Jangan suka menempatkan seseorang pada posisinya, tapi tempatkanlah diri saudara terlebih dahulu pada posisi yang benar.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +257
  • Kebenaran suatu hal tidaklah ditentukan oleh berapa banyaknya orang yang mempercayainya.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +179
  • Kasih sayang dan toleransi adalah kartu identitas orang Islam.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +126
  • Berusahalah menjadi orang Islam yang berani menunjukan identitas yang sebenarnya, bukan malah ingin menyembunyikannya.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +122
  • Warisan terbesar seorang ayah adalah dapat membuat keluarganya sebagai teladan.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +89
  • Orang Islam sejati adalah yang tetap berdiri pada tempat yang benar meskipun dunia dalam keadaan kacau.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +87
  • Jangan takut melawan hawa nafsu dan kebatilan karena itu adalah jalan hidup orang Islam.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +55
  • Kita dapat mengukur kemiripan kita dengan Nabi dengan melihat kepekaan kitaterhadap penderitaan sesama.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +53
  • Al-Quran mendominasi dunia dan menentang abad-abad.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +50
  • Apa saja yang bisa membuat orang Islam yang baik, juga bisa membuatnya menjadi warga negara yang baik.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +50
  • Kata shalat muncul beberapa kali dalam kitab suci Al-Quran, dan itupun dihubungkan dengan zakat.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +43
  • Untuk memiliki hidup yang sempurna, bersandarlah kepada ajaran agama Allah.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +30
  • Keislaman bukan hanya Allah ada di dalam jiwamu tetapi kehidupan Islam menjadi nyata melalui perilakumu.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +29
  • Mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an itu bagaikan usaha seseorang pengemis yang berkata pada pengemis lain dimana dia bisa mendapatkan makanan.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +29
  • Teladan yang baik adalah khotbah yang jitu.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +25
  • Tolong-menolong adalah sikap orang Islam dalam aksi.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +25
  • Ketika kita menyadari bahwa Nabi Muhammad telah mati, kita harus tetap berusaha menghidupkan teladannya.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +23
  • Kita tidak mewarisi dosa siapapun dan tidak akan ada seorangpun yang akan mewarisi dosa-dosa kita.
    Ahmad Dahlan
    - +
    +22
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Ahmad Dahlan akan selalu Anda temukan di

Tentang Ahmad Dahlan

K.H. Ahmad Dahlan yang mempunyai nama kecil Muhammad Darwisy lahir di Kauman, Yogyakarta, tahun 1869. Nama K.H. Ahmad Dahlan, ia peroleh dari para Kiai setelah ia selesai menunaikan ibadah haji. K.H. Ahmad Dahlan adalah anak keempat dari tujuh bersaudara, putra dari K.H. Abu Bakar bin Kiai Sulaiman dan Siti Aminah binti almarhum K.H. Ibrahim.
Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888 dan pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari.
K.H. Ahmad Dahlan adalah pendiri Persyarikatan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta pada tanggal 18 Nopember 1912 untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam.
K.H. Ahmad Dahlan bergabung sebagai anggota Boedi Oetomo yang merupakan organisasi kepemudaan pertama di Indonesia. Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961.