Kata-kata Bijak: A. Warits Rovi

A. Warits Rovi

A. Warits Rovi

Penulis dari Indonesia

Lahir: 1988-

  • Matahari berangsur lenyap dari balik pohon kesambi. Kesunyaan merayap, dingin menyergap.
  • Bunyi derak lirih membangkitkan cerita-cerita silam. Angin pagi silir pelan mengeriap ke telapak tangan.
  • Tegukan teh terakhir menyelami tenggorokan, menghapus wajah beberapa wanita lain yang pernah singgah di hatiku.
  • Dan aku meneguknya atas nama kenangan.
  • Betapa daun-daun yang tanggal sama dengan air matanya, selalu setiap hari.
  • Keheningan menyelimuti bumi. Tinggal suara daun jatuh menggubah sajak di hamparan gelap.
+3

Kata-kata Bijak 41 s/d 50 dari 52.

  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
    +1
    Lengannya berayun pelan, seiring jemarinya tiru rekah kembang, meliut-liut bagai jemari perupa menatah pinggang patung.
    Sumber: Sinden Sunyi
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
    +1
    Satu seruputan teh hangat menyisakan kenangan di bibir.
    Sumber: Teh Kenangan
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
    +1
    Sehelai rambutnya menjuntai di kedua matanya yang bengkak karena tangis dahsyat.
    Sumber: Pusara Ibu Enju
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
     0
    Angin mulai pelan, saat tepat matahari karam ke balik barisan pohon siwalan.
    Sumber: Pusara Ibu Enju
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
     0
    Ia merasa jiwanya dipindah ke raga lain yang lama tak terurus, kadang ia juga merasa dilempar ke bumi baru.
    Sumber: Sepasang Kekasih di Atas Loteng
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
     0
    Ia rela duduk menunggu meski alam kian kelam hanya diterangi sesabit bulan.
    Sumber: Pusara Ibu Enju
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
     0
    Perempuan itu tak menjawab. Keduanya bersitatap. Mencari sisa-sisa kenangan melalui wajah masing-masing.
    Sumber: Sepasang Kekasih di Atas Loteng
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
     0
    Pikiranku sehat oleh sebab kenangan indah tentang teh itu, bukan karena jampi-jampi.
    Sumber: Teh Kenangan
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
     0
    Sedikit-sedikit ia ingat perihal kata hatinya bahwa hidup manusia adalah jagung pipilan dalam gilingan revolusi waktu, hingga semua pasti berubah, bagai biji jagung menghalus lalu menjadi nasi.
    Sumber: Sepasang Kekasih di Atas Loteng
  • A. Warits Rovi
    ajax-loader
    - +
     0
    Suaranya terpantul merdu menunggang angin, dilengkapi ritme suara lesapan kembang kemboja yang tanggal bertapak ke tanah.
    Sumber: Pusara Ibu Enju
Kata-kata A. Warits Rovi - quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dari A. Warits Rovi yang terbaik dan terkenal: 52 ditemukan (halaman 5)