Kata-kata Bijak 41 s/d 52 dari 52.
-
Angin mulai pelan, saat tepat matahari karam ke balik barisan pohon siwalan.
― A. Warits Rovi -
Lengannya berayun pelan, seiring jemarinya tiru rekah kembang, meliut-liut bagai jemari perupa menatah pinggang patung.
― A. Warits Rovi -
Sehelai rambutnya menjuntai di kedua matanya yang bengkak karena tangis dahsyat.
― A. Warits Rovi -
Suaranya terpantul merdu menunggang angin, dilengkapi ritme suara lesapan kembang kemboja yang tanggal bertapak ke tanah.
― A. Warits Rovi -
Ia merasa jiwanya dipindah ke raga lain yang lama tak terurus, kadang ia juga merasa dilempar ke bumi baru.
― A. Warits Rovi -
Ia rela duduk menunggu meski alam kian kelam hanya diterangi sesabit bulan.
― A. Warits Rovi -
Perempuan itu tak menjawab. Keduanya bersitatap. Mencari sisa-sisa kenangan melalui wajah masing-masing.
― A. Warits Rovi -
Pikiranku sehat oleh sebab kenangan indah tentang teh itu, bukan karena jampi-jampi.
― A. Warits Rovi -
Silau lelampu kendaraan bagai kunang-kunang raksasa memburu angin, cepat, lesat, menuju arah yang jauh.
― A. Warits Rovi -
Rasupan tulang-tulangnya bergerak. Sendi-sendinya seperti saling menekan, hingga tubuhnya bergoyang-goyang. Dan ia tak bisa mengendalikan tubuhnya yang tiba-tiba menari.
― A. Warits Rovi
Semua kata bijak dan ucapan terkenal A. Warits Rovi akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.