Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 52.
-
Burung-burung kecil di dahan pohon angsana tiru lalu lintas kendaraan. Berkaca langit, mencipta alit, mencalit wajah kota dengan kepak sayap yang gesit.
― A. Warits Rovi -
Di depan rumah, sebatang pohon cemara terdiam bagai penjaga tua kelelahan.
― A. Warits Rovi -
Saat menatap wajah perempuan itu, si lelaki bisa menemukan peta masa lalunya.
― A. Warits Rovi -
Di gelanggang tanah lapang
moyang segera datang
sebelum gong berbunyi memburu mimpi.― A. Warits Rovi -
Duhai siapa mengira
urat rotan adalah akar hujan
yang menyelesaikan sembahyang― A. Warits Rovi -
Kakinya dientak, memandu pinggulnya bergetar indah. Sedang sepasang bola matanya dalam kepungan bebulu halus hitam, terus melirik manja, turuti ke mana tangannya bergoyang.
― A. Warits Rovi -
...ia duduk seorang diri, seolah sedang bercakap langsung dengan Tuhan.
― A. Warits Rovi -
Aku menjalani semua itu dengan hati yang riang, karena ini semesta lain di luar rumah.
― A. Warits Rovi -
di tengkuk bumi.
ambil barang seutas
pelengkap sajak ladang
kutuk bagi kemarau.― A. Warits Rovi -
Hanya burung-burung kecil berkejaran, menukik dan bertengger di ranting kemboja sembari menyisir bulu-bulu halusnya yang dijilat warna senja.
― A. Warits Rovi -
Jari-jemarinya lentik berpencar bagai rekahan bunga, berayun, ikuti lengannya yang bergerak halus dan pelan.
― A. Warits Rovi -
Merangkul semua catatan kesindenannya dengan diam dan pejam yang purna.
― A. Warits Rovi -
Kita duduk
setakdzim cagak menyangga tidur usuk
berdiskusi tentang alamat-alamat sunyi― A. Warits Rovi -
Pohon-pohon ranggas seraya mengucap amin
kepada riuh tepuk tangan penonton
melepas daun keringnya sebagai dupa pertama
untuk kematian kemarau.― A. Warits Rovi -
Tatapannya tajam, memisau setitik bintang yang berkedip nun jauh di cakrawala...
― A. Warits Rovi -
Ada riak keyakinan dalam hatinya bahwa sinden akan membuat orang-orang bahagia.
― A. Warits Rovi -
Peristiwa itu sudah menjadi sebuah kenangan indah, dan kenangan indah yang dihidupkan kembali akan menumbuhkan seribu cara pikir yang sehat.
― A. Warits Rovi -
Sedikit-sedikit ia ingat perihal kata hatinya bahwa hidup manusia adalah jagung pipilan dalam gilingan revolusi waktu, hingga semua pasti berubah, bagai biji jagung menghalus lalu menjadi nasi.
― A. Warits Rovi -
Sepasang kakinya yang telanjang juga bergerak dan kadang bergeser, menapak dedaun kering dan hamparan rumput.
― A. Warits Rovi -
Suatu siang yang gerah, pohonan yang daun-daunnya mandi debu di tepi jalan kota hanya bergerak pelan.
― A. Warits Rovi
Semua kata bijak dan ucapan terkenal A. Warits Rovi akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.