Kata-kata Bijak dari A. Warits Rovi

A. Warits Rovi

A. Warits Rovi

Penulis dari Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 52.

  • Burung-burung kecil di dahan pohon angsana tiru lalu lintas kendaraan. Berkaca langit, mencipta alit, mencalit wajah kota dengan kepak sayap yang gesit.
    A. Warits Rovi
    - +
    +6
  • Di depan rumah, sebatang pohon cemara terdiam bagai penjaga tua kelelahan.
    A. Warits Rovi
    - +
    +6
  • Saat menatap wajah perempuan itu, si lelaki bisa menemukan peta masa lalunya.
    A. Warits Rovi
    - +
    +6
  • Di gelanggang tanah lapang
    moyang segera datang
    sebelum gong berbunyi memburu mimpi.
    A. Warits Rovi
    - +
    +5
  • Duhai siapa mengira
    urat rotan adalah akar hujan
    yang menyelesaikan sembahyang
    A. Warits Rovi
    - +
    +5
  • Kakinya dientak, memandu pinggulnya bergetar indah. Sedang sepasang bola matanya dalam kepungan bebulu halus hitam, terus melirik manja, turuti ke mana tangannya bergoyang.
    A. Warits Rovi
    - +
    +5
  • ...ia duduk seorang diri, seolah sedang bercakap langsung dengan Tuhan.
    A. Warits Rovi
    - +
    +4
  • Aku menjalani semua itu dengan hati yang riang, karena ini semesta lain di luar rumah.
    A. Warits Rovi
    - +
    +4
  • di tengkuk bumi.
    ambil barang seutas
    pelengkap sajak ladang
    kutuk bagi kemarau.
    A. Warits Rovi
    - +
    +4
  • Hanya burung-burung kecil berkejaran, menukik dan bertengger di ranting kemboja sembari menyisir bulu-bulu halusnya yang dijilat warna senja.
    A. Warits Rovi
    - +
    +4
  • Jari-jemarinya lentik berpencar bagai rekahan bunga, berayun, ikuti lengannya yang bergerak halus dan pelan.
    A. Warits Rovi
    - +
    +4
  • Merangkul semua catatan kesindenannya dengan diam dan pejam yang purna.
    A. Warits Rovi
    - +
    +4
  • Kita duduk
    setakdzim cagak menyangga tidur usuk
    berdiskusi tentang alamat-alamat sunyi
    A. Warits Rovi
    - +
    +3
  • Pohon-pohon ranggas seraya mengucap amin
    kepada riuh tepuk tangan penonton
    melepas daun keringnya sebagai dupa pertama
    untuk kematian kemarau.
    A. Warits Rovi
    - +
    +3
  • Tatapannya tajam, memisau setitik bintang yang berkedip nun jauh di cakrawala...
    A. Warits Rovi
    - +
    +3
  • Ada riak keyakinan dalam hatinya bahwa sinden akan membuat orang-orang bahagia.
    A. Warits Rovi
    - +
    +2
  • Peristiwa itu sudah menjadi sebuah kenangan indah, dan kenangan indah yang dihidupkan kembali akan menumbuhkan seribu cara pikir yang sehat.
    A. Warits Rovi
    - +
    +2
  • Sedikit-sedikit ia ingat perihal kata hatinya bahwa hidup manusia adalah jagung pipilan dalam gilingan revolusi waktu, hingga semua pasti berubah, bagai biji jagung menghalus lalu menjadi nasi.
    A. Warits Rovi
    - +
    +2
  • Sepasang kakinya yang telanjang juga bergerak dan kadang bergeser, menapak dedaun kering dan hamparan rumput.
    A. Warits Rovi
    - +
    +2
  • Suatu siang yang gerah, pohonan yang daun-daunnya mandi debu di tepi jalan kota hanya bergerak pelan.
    A. Warits Rovi
    - +
    +2
Semua kata bijak dan ucapan terkenal A. Warits Rovi akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)