Loading...
Christina Juzwar - Aku tidak bisa menghilangkan sosok itu dari pikiranku. Setengah mati aku ketakutan dan bulu kudukku merinding. Karena itu, malam ini aku tidur dengan lampu menyala. Rasanya baru menjelang pagi aku bisa tertidur. Itu pun juga dengan memegang senter dan memeluk guling erat-erat. Ketika aku membuka mata, di hari yang aku pikir sudah siang, aku kembali melihatnya.
  • Christina Juzwar
    Christina Juzwar
    Penulis dari Indonesia
    Christina Juzwar
    - +
    +10
    Aku tidak bisa menghilangkan sosok itu dari pikiranku. Setengah mati aku ketakutan dan bulu kudukku merinding. Karena itu, malam ini aku tidur dengan lampu menyala. Rasanya baru menjelang pagi aku bisa tertidur. Itu pun juga dengan memegang senter dan memeluk guling erat-erat. Ketika aku membuka mata, di hari yang aku pikir sudah siang, aku kembali melihatnya.
    Sumber: The Shape of Love 45
Aku tidak bisa menghilangkan sosok itu dari pikiranku. Setengah mati aku ketakutan dan bulu kudukku merinding. Karena itu, malam ini aku tidur dengan lampu menyala. Rasanya baru menjelang pagi aku bisa tertidur. Itu pun juga dengan memegang senter dan memeluk guling erat-erat. Ketika aku membuka mata, di hari yang aku pikir sudah siang, aku kembali melihatnya. oleh: Christina Juzwar
X

Font size:

20 px 24 px 28 px 32 px 40 px 48 px

Font:

Arial TNR Verdana Courier New Comic Monospace

Warna:

Putih Beru Merah Kuning Hijau Hitam

Bayangan:

Tidak Putih Hitam
Aku tidak bisa menghilangkan sosok itu dari pikiranku. Setengah mati aku ketakutan dan bulu kudukku merinding. Karena itu, malam ini aku tidur dengan lampu menyala. Rasanya baru menjelang pagi aku bisa tertidur. Itu pun juga dengan memegang senter dan memeluk guling erat-erat. Ketika aku membuka mata, di hari yang aku pikir sudah siang, aku kembali melihatnya.
- Christina Juzwar
JagoKata.com