Ayu Utami
Penulis dan wartawan dari Indonesia
Hidup: 1968 -
Kategori: Media | Penulis (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 21 Nopember 1968
Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 26.
-
Para tentara itu telah menjadi seperti ibuku: hendak mencetak anak-anak muda yang patuh, tidak menginginkan kebebasan, tidak punya kenakalan, melainkan hanya mengangguk-angguk seperti ayam broiler; hingga kiamat memotong leher mereka.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Selanjutnya hidup bagaikan judi.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Biarlah aku kalah di mata orang banyak. Aku memilih menang di mataku sendiri. Itulah ujian terberatku: memilih kalah di mata dunia tapi setia pada prinsip yang tak kelihatan orang.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Orang yang tidak pernah merasa tertekan tak kan bisa menginginkan kebebasan.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Ibuku bisa membaca bahasa Jerman dan Inggris, bisa menunggang kuda, bermain polo, tenis, mengetik, mencatat dengan steno, bermain akordeon, membaca koran dan buku-buku tebal.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Aku selalu merasa bahwa perempuan sering jauh lebih tangguh daripada laki-laki. Dan mereka memikirkan kehidupan, bukan kegagahan.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Psikoanalisa menunjukkan adanya sisi gelap bawah sadar manusia yang sangat mempengaruhi tindakan manusia.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Apa tidak cukup menjadi orang baik? Mengapa orang harus jadi pengkabar juga, memaksakan iman kita pada waktu dan telinga orang lain?
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Cuma yang sungguh setiakawan adalah dia yang berkorban untuk sesuatu yang tanpa harapan sekalipun!
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Harus ada pembebasan dari itu. Ia tidak setuju bahwa suami adalah pemimpin istri. Hukum perkawinan Indoneisa menjadikan suami kepala keluarga, dan ia tak mau hal itu. Itu bukan urusan negara.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Kita lahir tidak sempurna, melainkan membawa cacat dan kelemahan genetik orang tua kita. Kita bukan selembar kertas kosong.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Kritik terhadap kepercayaan bahwa manusia selalu bisa mengambil keputusan jernih dan sadar.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Setelah dewasa beranjak tua aku sadar bahwa kita lahir pun bukan karena keputusan kita. Artinya, ada banyak hal dalam diri kita yang bukan tanggung jawab kita.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Berbuat kasih itu lebih besar daripada iman sekalipun. Kok bisa menyiar jadi segala-galanya!
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Kami, para lelaki, sering melakukan sesuatu demi kegagahan. Tapi kaum perempuan berbuat demi kehidupan.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Lelaki sering berbuat untuk egonya sendiri, sedang perempuan berbuat untuk orang lain.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Betapa menakutkan hidup jika kau tidur dengan mimpi buruk dan terjaga dalam kekosongan.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Kita tidak bisa memilih lahir sebagai anak kaya atau miskin, dari orang tua yang harmonis atau berkelahi melulu. Kita tidak bisa memilih talenta kita.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Pada akhirnya adalah tiga hal ini: iman, pengharapan, dan kasih; dan yang paling besar diantaranya adalah kasih.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami -
Setiap kali kekosongan itu begitu mencekat, aku menginginkan hadirnya kekasih.
Cerita Cinta Enrico― Ayu Utami
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Cerita Cinta Enrico dari Ayu Utami akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Ayu Utami
Buku dari Ayu Utami:
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Fiersa Besari
Penulis dan pemusik dari Indonesia 263 -
Johann Wolfgang von Goethe
Penulis dan penyair dari Jerman 214 -
Khalil Gibran
Penulis dan pelukis dari Lebanon-Amerika 139 -
Dewi Lestari
Penulis dan penyanyi dari Indonesia 115 -
Thomas Carlyle
Penulis dan sejarawan dari Skotlandia 114 -
Voltaire
Penulis dan filsuf dari Perancis 92 -
Elbert Hubbard
Penulis dan penerbit dari Amerika Serikat 84 -
Ernest Hemingway
Penulis dan Peraih Nobel sastra (1954) dari Amerika Serikat 81

















Fiersa Besari
Johann Wolfgang von Goethe
Khalil Gibran
Dewi Lestari
Thomas Carlyle
Voltaire
Elbert Hubbard
Ernest Hemingway